Klaster Perkantoran di DKI, Dinas Kesehatan: yang Terpapar Sudah Divaksinasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta saat berbincang dengan pegawai salah satu kantor saat melakukan sidak terkait pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 di salah satu kantor di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Sebanyak 77 perusahaan ditutup sementara karena Covid-19 dan 46 perusahaan ditutup sementara karena tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta saat berbincang dengan pegawai salah satu kantor saat melakukan sidak terkait pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 di salah satu kantor di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Sebanyak 77 perusahaan ditutup sementara karena Covid-19 dan 46 perusahaan ditutup sementara karena tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kasus Covid-19 dari klaster perkantoran sempat mengalami kenaikan secara signifikan. Namun saat ini kondisinya fluktuatif dan cenderung menurun.

    "Pada periode 19-25 April 2021 ditemukan 68 kasus dari 27 kantor. Namun, tetap berpotensi terjadi peningkatan kembali," ujar dia dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 28 April 2021.

    Widyastuti menjelaskan saat ini Dinas Kesehatan DKI masih menyelidiki faktor pemicu peningkatan klaster perkantoran dari data epidemiologi. Beberapa kasus yang ditemukan berhubungan dengan klaster keluarga. 

    "Kenaikan kasus pada 12-18 April 2021 juga karena faktor akumulasi data atau rapelan kasus positif pekan sebelumnya dari salah satu RS di DKI Jakarta," ucap Widyastuti.

    Dinas Kesehatan DKI juga menemukan fakta bahwa kenaikan kasus selalu terjadi 14 hari setelah adanya libur panjang.

    Temuan lain adalah sebagian kasus konfirmasi positif Covid-19 ditemukan di perkantoran yang sudah menerima vaksinasi Covid-19.

    Menurut Widyastuti, dari seluruh kasus Covid-19 dengan pasien yang sudah divaksin, 21 persen merupakan orang tanpa gejala, 73 persen bergejala ringan, serta 6 persen membutuhkan perawatan rumah sakit dan sembuh.

    Sehingga dia pun kembali mengimbau masyarakat agar menjalani vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal yang diberikan.

    Vaksin Covid-19 merupakan upaya yang sangat baik untuk mencegah keparahan dan meninggal. Namun, penularan masih tetap dapat terjadi walaupun orang itu sudah mendapat dua dosis vaksin.

    Untuk mencegah peningkatan klaster perkantoran, Widyastuti mengimbau agar perkantoran tetap memberlakukan pembatasan 50 persen karyawannya. "Jika ada yang melebihi kapasitas tersebut diharapkan segera melaporkan ke Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui fitur JakLapor pada aplikasi JAKI," ujar Widyastuti.

    Pada periode 12-18 April 2021, ditemukan 425 kasus konfirmasi Covid-19 di 177 perkantoran di DKI Jakarta. Sedangkan pada pekan sebelumnya, 5-11 April, tercatat ada 157 kasus konfirmasi Covid-19 dari 78 perkantoran di DKI Jakarta. Kenaikan jumlah kasus Covid-19 pada klaster perkantoran ini menjadi bukti bahwa pandemi belum usai.

    Baca juga: Klaster Perkantoran Meningkat, DKI: Mungkin karena Euforia Sudah Divaksin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.