Cerita Ragam Modus Pendatang WNA India Hindari Karantina

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah masuk 32 warga India setelah dilakukan pengetatan penerbangan asal negara yang kini dilanda Tsunami Covid-19 gelombang dua itu. Dok istimewa

    Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah masuk 32 warga India setelah dilakukan pengetatan penerbangan asal negara yang kini dilanda Tsunami Covid-19 gelombang dua itu. Dok istimewa

    Tangerang-Senthil Ranganathan, WNA asal India, terkejut ketika seorang pria menghampirinya sesaat tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu 21 April lalu.

    Setelah berkomunikasi sebentar, WNA India berusia 36 tahun itu paham jika pria dihadapannya bernama Ahmad Sulaeman alias Leman dikirim untuk membantunya.

    "Keduanya bertemu di proses pemeriksaan kesehatan atau area KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Akhmad Alexander Yurikho kepada TEMPO, Kamis 29 April 2021.

    Pemeriksaan kesehatan KKP adalah area terbatas bandara yang tidak bisa dimasuki sembarang orang. Namun, karena Sulaeman menggunakan kartu PAS Bandara protokoler PT Angkasa Pura II, pria 51 tahun itu bergerak leluasa keluar masuk area Bandara.

    Senthil terus berjalan melewati pemeriksaan KKP, Imigrasi, Bea dan Cukai hingga pemeriksaan akhir Satuan Tugas Udara Covid-19 yang berada di pintu keluar kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu, Senthil naik taksi yang telah disiapkan menuju Bandung, bukan naik bus menuju tempat karantina.

    Berhasilnya Senthil menghindari karantina 14 hari ternyata melibatkan cukup banyak orang. Menurut Alexander Leman tidak bekerja sendiri, dia dibantu Zakaria Ramdhan alias Adam, HRD perusahaan yang akan memperkerjakan Senthil. "Adam
    Ingin Senthil cepat bekerja."

    Sebelum terhubung dengan Leman, Adam menghubungi  Naina yang merupakan agen perjalanan supaya mencari cara agar Senthil tidak dikarantina. 

    Naina menghubungi Haresh (WNI) seorang agen perjalanan laiinya, yang kenal dengan Leman. Leman dalam menjalankan aksi nya dibantu Rusdian, yang juga memiliki Pas Bandara dengan ID salah satu perusahanan penyedia makanan di Bandara Soekarno-Hatta. Untuk jasanya tersebut Leman menerima imbalan Rp 12 juta.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.