Larangan Mudik, Pengelola PO Bus di Baranangsiang: Semuanya Galau, Demo Takut

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal Bus Baranangsiang di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Juli 2012. TEMPO/Subekti

    Terminal Bus Baranangsiang di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Juli 2012. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor – Pengelola Perusahaan Otobus (PO) hingga awak bus di Terminal Baranangsiang mengeluh larangan mudik yang kembali diberlakukan pada tahun ini. 

    Pengurus Bus AKAP jurusan Merak Dede Setiawan mengatakan kebijakan larangan mudik tersebut sama seperti menggagalkan panen para pekerja yang menggantungkan hidup dalam dunia bus.

    “Sebelum ada larangan ini, kita semua senang kerugian selama ini bisa kita ambil. Eh panennya digagalkan juga,” kata Dede di Bogor, Kamis 29 April 2021.

    Dede mengatakan selama pandemi Covid-19, PO dan awak bus sudah cukup terpukul dengan terus menurunnya omzet mereka dalam bisnis transportasi umum. Bahkan sebagian awak bus sudah dirumahkan karena sepi penumpang.

    “Giliran kita mau raup kesempatan di masa mudik ini, kandas lagi. Tolonglah kami, solusinya apa buat kami dalam larangan ini karena kami juga punya keluarga yang harus kami hidupi,” kata Dede.

    Pengurus Paguyuban Pengelola bus terminal Baranangsiang Didi Ponidi mengatakan sejak beredar informasi larangan mudik banyak awak bus yang mengadukan nasibnya. Didi mengatakan, larangan mudik ini membuat galau para awak bus.

    “Kita mau demo takut dipenjara pake pasal karantina kesehatan, gak demo ke mana kita sampaikan aspirasi ini. Semua galau,” kata Didi.

    Didi berharap sebelum diberlakukannya larangan mudik dan dihentikannya layanan dan operasional terminal, pemerintah bisa memberikan solusi bagi awak bus. Jika tidak ada solusi, keberlangsungan hidup awak bus sangat mengkhawatirkan.

    “Saat ini aja setiap bus yang jalan penumpangnya paling banyak itu antara 7 sampai 10, kasihan mereka takut gak ikut lebaran,” kata Didi.

    Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menghentikan sementara operasional delapan terminal tipe A yang di bawah pengelolaannya, termasuk Terminal Baranangsiang.

    “Saat pelarangan mudik 6 sampai 17 Mei, kita akan hentikan sementara operasional layanan bus AKDP dan AKAP juga layanan tiketnya, kita tutup akes masuk dan keluarnya,” kata Kepala Terminal Baranangsiang Moses Lieba Ary.

    M.A MURTADHO

    Baca juga: Jurus Mudik di Terminal Baranangsiang, Perantau: Daripada Diputar Balik di Jalan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.