WNA Lagi Karantina di Oakwood PIK Berkeliaran, Ini Teguran Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Blok G Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021. TEMPO/Lani Diana

    Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Blok G Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pengawasan di lokasi karantina WNA atau warga negara asing harus ditingkatkan.

    Wagub DKI merespons WNA yang bebas berkeliaran saat sedang menjalani karantina di Oakwood Apartments PIK, Jakarta Utara.

    "Pengawasan tentu harus ditingkatkan apalagi mendekati hari raya Idul Fitri," kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 30 April 2021.

    Sebelumnya, LaporCovid-19 mengkritik keseriusan pemerintah menangani pandemi Covid-19. Lewan akun Twitter @LaporCovid, kemarin organisasi nirlaba itu mengunggah informasi soal WNA yang bebas berenang dan keluar hotel Oakwood meski tengah dikarantina.

    Akun ini juga membagikan tangkapan layar unggahan sejumlah WNA yang bisa berkeliaran selama masa karantina. "Ternyata sudah sejak lama para WNA yang karantina bebas melanggeng keluar," demikian cuitan @LaporCovid.

    Riza menyebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI bakal menjatuhkan sanksi kepada siapa saja, termasuk pengelola hotel yang melanggar. Sanksinya mulai dari yang terendah teguran, tertulis, hingga pencabutan izin hotel.

    "Sanksinya diatur sesuai dengan tahapan SOP yang ada," ujar dia.

    Dinas Parekraf DKI telah mengeluarkan surat teguran untuk Oakwood PIK pada 28 April 2021. DKI menetapkan pengelola Oakwood PIK tak menerapkan SOP protokol kesehatan Covid-19 selama menampung karantina WNA.

    Baca juga : Cerita Ragam Modus Pendatang WNA India Hindari Karantina


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.