Ke Pulau Sebira, Anies Baswedan: Tak Pernah Ada Gubernur Datang Seperti Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Keramba Jaring Apung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (30/4/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Keramba Jaring Apung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (30/4/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

    TEMPO.CO, JakartaAnies Baswedan menyebut dirinya menjadi satu-satunya Gubernur DKI Jakarta yang datang berkunjung sebanyak dua kali dan menginap di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Jumat, 30 April 2021.

    "Saya datang ke sini pada April 2019, lebih tepatnya dua tahun yang lalu. Kira-kira 20 tahun, kosong, tidak pernah dan tidak ada gubernur yang datang seperti ini," ujar Anies.

    Ia menginap di rumah Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu Ali Kurniawan. "Kami bermalam di sini, silaturahmi dengan warga, kemudian akan ngobrol dan diskusi dengan warga, baru nanti Insya Allah besok kembali ke Jakarta," kata Anies pada Jumat malam, 30 April 2021.

    Pulau Sebira dulu dikenal dengan julukan Nochtwater atau Sang Penjaga Utara.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, secara hitungan kilometer, Pulau Sebira lebih dekat ke daratan Sumatera ketimbang daratan Pulau Jawa. Tapi pulau ini tetap bagian dari Provinsi DKI Jakarta.

    "Hitungan kilometer bisa saja jauh dari Monas, tapi perasaan, hati, dan ikatan kebersamaan kami amat kuat dan amat dekat. Walaupun hitungan kilometernya jauh," kata Anies.

    Anies mengatakan kesempatan ini adalah kesempatannya untuk berkunjung secara komplet di Pulau Sebira. Dia menepati janjinya untuk menginap satu malam guna berdiskusi dengan warga setempat.

    Pada kesempatan itu, Anies juga melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Jami' Nurul Bahri. Jamaah pada malam 18 Ramadan itu pun membeludak. Mereka ingin menyaksikan dari dekat Gubernur DKI Jakarta itu.

    Anies menilai warga Pulau Sebira itu luar biasa tangguh.Meski awalnya hanya sebuah perkampungan nelayan di tanah tak berpenghuni yang berjarak 120 kilometer dari daratan Ibu Kota pada tahun 1975, tapi sejak itu peradaban di Pulau Sebira terus tumbuh dengan kemandirian.

    Mereka mengelola kebutuhannya sendiri, menangani permasalahannya sendiri, sampai mereka bisa hidup secara mandiri. Jadi pemerintah itu menyaksikan tumbuhnya satu masyarakat yang bisa segalanya bisa diselesaikan oleh mereka sendiri.

    "Itu luar biasa bukan? Coba bayangkan, bagian dari Ibu Kota, ada pulau yang tumbuh dengan mandiri. Itu menariknya di pulau ini. Menurut saya, orang-orang di sini itu tangguh," kata Anies Baswedan.

    Baca juga: Sehari Menjelang Pencoblosan, Anies Baswedan ke Pulau Sebira


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.