Pasar Tanah Abang Ramai Pengunjung Jelang Lebaran, DKI Janji Ketatkan Pengawasan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu kios perlengkapan ibadah di Pasar Tanah Abang, Ahad, 18 April 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana salah satu kios perlengkapan ibadah di Pasar Tanah Abang, Ahad, 18 April 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyatakan bakal memperketat protokol kesehatan di pasar tradisional menjelang akhir Ramadan 2021. Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali memperkirakan menjelang 10 hari terakhir Ramadan pengunjung pasar-pasar di DKI bakal terus meningkat.

    Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, misalnya, ramai dikunjungi meski masih dalam suasana pandemi. "Kami sudah berkoordinasi agar pengelolaan setiap pasar lebih mengetatkan pengawasan protokol kesehatan untuk menekan kasus aktif Covid-19," kata Marullah melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 2 Mei 2021.

    Marullah mengatakan telah meminta BP BUMD DKI Jakarta menginstruksikan PD Pasar Jaya, agar aktivitas roda perekonomian tetap berjalan di setiap pasar. Namun, pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

    "Kami akan mengantisipasi segala potensi terjadinya lonjakan kasus aktif, seperti kegiatan di setiap pasar menjelang Idul Fitri."

    Mulai hari ini hingga seterusnya, Pemerintah DKI akan menempatkan satgas COVID-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan. "Intinya, setiap pengunjung dilarang memasuki area pasar jika tidak mengenakan masker," ujarnya.

    Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan akan mengevaluasi pengawasan, serta mengatur kembali langkah penertiban pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang. "Kami akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar soal pelaksanaan protokol kesehatan."

    Arief berjanji mengatur kembali skema pengawasan, agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar. Teknis pengawasan mengenai jumlah petugas yang akan ditempatkan di setiap pasar juga akan diatur kembali.

    Hal ini dilakukan supaya tidak ada celah dan peluang terjadinya pelanggar protokol kesehatan, karena DKI Jakarta sedang berjuang menekan angka penyebaran COVID-19 itu. "'Zero tolerance' bagi pedagang dan pengunjung yang melanggar protokol kessehatan saat memasuki pasar."

    Aturan ini tidak hanya berlaku di Pasar Tanah Abang, tapi di seluruh pasar. "Pelanggar akan kami tindak," ujarnya.

    Baca: Pengunjung Pasar Membludak Menjelang Idul Fitri, DKI Kerahkan Satgas Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.