Terminal Pulogebang dan Kalideres Tetap Buka Selama Periode Larangan Mudik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang membawa barang bawaannya di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Jumat, 30 April 2021. Pemerintah memberlakukan masa pengetatan jelang larangan mudik 2021 yang dilakukan mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021. Di masa pengetatan ini tercatat 200-300 lebih bus berangkat dan datang di Terminal Pulo Gebang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Calon penumpang membawa barang bawaannya di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Jumat, 30 April 2021. Pemerintah memberlakukan masa pengetatan jelang larangan mudik 2021 yang dilakukan mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021. Di masa pengetatan ini tercatat 200-300 lebih bus berangkat dan datang di Terminal Pulo Gebang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan menutup seluruh terminal selama periode larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan penutupan terminal di Jabodetabek mengacu pada larangan mudik sebagaimana yang dikecualikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

    Mengakomodir masyarakat yang harus melakukan perjalanan keluar Jabodetabek untuk kepentingan mendesak dan non mudik, BPTJ menyulap Terminal Terpadu Pulo Gebang dan Terminal Tipe A Kalideres, untuk tetap membuka layanan antarkota antarprovinsi. “Selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pelaku perjalanan juga harus memenuhi persyaratan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri," kata Polana melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 2 Mei 2021.

    Melalui kebijakan ini Polana berharap dapat membuat masyarakat mengurungkan niat pulang kampung atau mudik keluar wilayah Jabodetabek yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

    Meski layanan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi pada Terminal Bus di Jabodetabek akan dihentikan sementara, bukan berarti akifitas terminal akan berhenti total. “Penghentian operasional layanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan antar lintas wilayah di Jabodetabek atau sering disebut 
    TransJabodetabek,” kata Polana.

    Menurut Polana operasional terminal bus di Jabodetabek tetap berlangsung untuk melayani angkutan 
    TransJabodetabek. Layanan TransJabodetabek itu seperti bus dengan rute dari Terminal Poris Plawad Tangerang menuju Bekasi. "Meski lintas wilayah provinsi namun masih dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek."

    Terminal di bawah BPTJ yang ditutup selama dua pekan mulai 6-17 Mei mendatang adalah Terminal Jatijajar Depok, Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Poris Plawad Kota Tangerang, dan Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan.

    Sedangkan terminal yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah DKI terdiri dari Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Tanjung Priok dan Terminal Bekasi di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Bekasi.

    Baca: Penumpang Bus AKAP Akan Jalani Tes GeNose di Setiap Terminal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.