Bima Arya Kebingungan, Mobilitas Tetap Tinggi Meski Diberlakukan Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian Kota Bogor mengarahkan kendaraan roda empat berplat ganjil untuk memutar balik saat pemberlakuan aturan ganjil-genap di pos sekat Gerbang Tol Bogor, Tanah Baru, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 6 Februari 2021. Pemerintah Kota Bogor mulai menerapkan aturan ganjil genap di setiap akhir pekan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak memasuki wilayah Kota Bogor untuk mengurangi mobilitas warga di tengah meningkatnya kasus positif COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Kepolisian Kota Bogor mengarahkan kendaraan roda empat berplat ganjil untuk memutar balik saat pemberlakuan aturan ganjil-genap di pos sekat Gerbang Tol Bogor, Tanah Baru, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 6 Februari 2021. Pemerintah Kota Bogor mulai menerapkan aturan ganjil genap di setiap akhir pekan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak memasuki wilayah Kota Bogor untuk mengurangi mobilitas warga di tengah meningkatnya kasus positif COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya bingung melihat mobilitas masyarakat yang tetap tinggi meski diberlakukan sistem ganjil genap jelang buka puasa. Mobilitas tinggi itu terlihat dari sejumlah titik jalan di kota Bogor yang macet karena banyak masyarakat yang nekat menerobos ganjil genap sehingga harus putar balik.

    “Padahal mobilitas tinggi salah satu penyebab naiknya persentase penyebaran Covid-19,” kata Bima Arya saat memantau pos penyekatan di Jalan Pajajaran, Ahad, 2 Mei 2021.

    Bima mengatakan target penerapan sistem ganjil genap ini adalah menyampaikan pesan agar masyarakat mengurangi mobilitas jelang persyaratan pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri atau P4DN.

    Sistem ganjil genap merupakan prakondisi untuk mengurangi mobilitas warga di hari raya Idul Fitri dan masa liburnya. “Weekend minggu depan dan depannya lagi, jauh lebih kita perketat,” ucap Bima.

    Pada periode larangan mudik nanti, Bima bakal menyiagakan petugas di pos penyekatan selama 24 jam. Dia berharap dengan ganjil genap ini mobilitas masyarakat bisa ditekan agar penularan Covid-19 bisa ditanggulangi secara efektif.

    "Saat ini hanya dua jam jelang buka dan di akhir pekan, ini jadi peringatan bagi warga untuk tanggal 6 sampai 17 kita berlakukan full,” kata Bima.

    Perwira urusan Humas Polresta Bogor, Inspektur Dua Rachmat Gumilar mengatakan data yang dihimpun dari lima titik pos penyekatan ganjil genap di pusat Kota Bogor pada Ahad 2 Mei ini tercatat ada 1.618 kendaraan roda dua dan 1.458 kendaraan roda empat yang diputarbalik. “Ini ada peningkatan mobilitas warga, dibanding dengan hari kemarin,” kata Rachmat.

    Pada penyekatan ganjil genap Bogor itu, ada 350 sepeda motor dan 710 mobil diputar balik di Simpang Tugu Kujang. Di Simpang Empang, 211 motor dan 67 mobil. Di Simpang Kapten Muslihat, ada 315 motor dan 291 mobil.

    Di simpang Istana Bogor, polisi memutar balik 325 motor dan 180 mobil yang melanggar sistem ganjil genap. Di Simpang Kebun Raya, 417 motor dan 210 mobil. “Total keseluruhannya ada 3.076 kendaraan yang terjaring petugas,” kata Rachmat.

    M.A MURTADHO

    Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Bima Arya Siapkan Ganjil Genap Bogor Saat Weekend


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi