Maulid di Petamburan, Haris Ubaidillah: Saya Tak Ingin Massa Hadir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana sidang kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang hanya bisa dipantau melalui layar televisi Pengadilan pada Kamis, 22 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Jakarta - Ketua Panitia Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat, Haris Ubaidillah menjelaskan pihaknya sudah berusaha agar jumlah massa yang hadir di Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq Shihab pada 13 November 2020, tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, Haris membuat layanan streaming di YouTube acara itu. "Kami sudah sediakan link video streaming agar mereka tidak datang secara riil," ujar Haris di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 3 Mei 2021.

    Nyatanya, pendukung Rizieq datang langsung. "Itu saya juga bingung. Ya, Allah..."  

    Acara Maulid Nabi di Petamburan digelar setelah mendapat kabar Rizieq Shihab akan pulang ketika berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Prancis. Kepada majelis hakim, Haris mengaku yang mengusulkan agar acara itu berlangsung. 

    "Acara itu untuk menyambut guru kami, untuk mengobati rasa rindu. Karena saya yang usul, saya jadi ketua panitia," ujar Haris. 

    Haris mengajukan surat izin acara Maulid kepada aparat setempat. Dalam surat ia berjanji akan menerapkan protokol kesehatan. 

    Haris Ubaidillah menjadi salah satu terdakwa dalam kasus kerumunan di Petamburan. Selain Haris, tokoh FPI yang turut disidangkan akibat kerumunan itu antara lain Rizieq Shihab, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Alhabsy, dan Maman Suryadi.

    Baca: Cium Tangan Rizieq Shihab, Haris: Habib Saya Mohon Maaf


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.