Kasus Covid-19 di Jakarta Tambah 757, Persentase Kematian Jadi 1,7 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 757. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 9.020 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.765 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 757 positif dan 6.008 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Mei 2021.

    Sementara itu, 3.378 orang dites swab antigen. Hasilnya didapati 44 orang positif dan 3.334 negatif.

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 411.157. Rinciannya, 7.020 orang masih dirawat atau menjalani isolasi, 6.788 meninggal, dan 397.349 sembuh.

    Persentase kematian tercatat 1,7 persen dan kesembuhan 96,6 persen. Sebelumnya, persentase pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Ibu Kota 1,6 persen.

    Kemudian persentase pasien positif atau positivity rate dalam sepekan terakhir mencapai 8,7 persen.

    "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen," ucap dia.

    Padahal, World Health Organization (WHO) mematok standar agar positivity rate Covid-19 tak lebih dari lima persen.

    Pemprov DKI Jakarta mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 pascaLebaran 2021. Untuk itu Gubernur Anies Baswedan memperpanjang kebijakan PPKM Mikro hingga 17 Mei 2021.

    Baca juga: Anies Baswedan Perpanjang PPKM Mikro untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.