Mau Belanja Aman? Perhatikan Rumus Ini: KLIK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita belanja bahan makanan di tengah pandemi. Freepik.com/Aleksandarlittlewolf

    Ilustrasi wanita belanja bahan makanan di tengah pandemi. Freepik.com/Aleksandarlittlewolf

    TEMPO.CO, JakartaBalai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengingatkan konsumen untuk memperhatikan Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa (KLIK) untuk memastikan keamanan pangan saat belanja.
    "Dengan empat langkah itu, Insya Allah masyarakat bisa lebih aman dalam membeli produk," kata Kepala BBPOM di Jakarta Safriansyah ketika memantau uji keamanan pangan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin, 3 Mei 2021.

    Ia meminta masyarakat memperhatikan kemasan yang cacat, penyok yang berpotensi bocor, segel rusak dan kemasan berlubang untuk tidak membelinya karena dikhawatirkan terkontaminasi mikroba atau patogen. 

    Keterangan pada label yang jelas, izin edar hingga tanggal kedaluwarsa juga menjadi elemen penting dalam membeli produk olahan.

    Selain itu, konsumen disarankan untuk memperhatikan tingkat warna sebuah produk pangan. Jika sangat mencolok, dipertimbangkan untuk tidak membelinya karena dikhawatirkan mengandung zat kimia berbahaya, yakni pewarna Rhodamin B.

    Selain Rhodamin B, ada tiga bahan berbahaya lain yang perlu diwaspadai namun itu diketahui melalui uji sampel zat pengawet. Tiga bahan itu adalah formalin, boraks, dan pewarna kimia kuning metanil.

    Cara lain untuk mengetahui pangan basah misalnya mie basah mengandung bahan pengawet atau bebas pengawet. Di antaranya dengan membiarkan produk itu di ruang terbuka selama dua hari, jika masih awet, tidak berbau dan tidak berlendir maka dipastikan mengandung pengawet berbahaya. "Dalam waktu 1x24 jam, mi basah rusak kalau tanpa pengawet." 

    Bahaya dari empat kandungan kimia itu, kata dia, menjadi pencetus penyakit kanker.

    Menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Ramadan, BBPOM gencar melakukan uji sampel, selain pemeriksaan rutin di sejumlah tempat belanjaHingga saat ini, BBPOM sudah menguji sampel di 60 titik di antaranya pasar swalayan, pasar tradisional, gudang, ritel, distributor hingga importir.

    Baca: Pasar Tanah Abang Ramai, Riza Patria: Rem Belanja


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.