Jemaah Masjid Diusir karena Pakai Masker, Begini Respon Wali Kota Bekasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan bekas suntikan Vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menunjukkan bekas suntikan Vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 14.060 vaksin pada tahap awal untuk diberikan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan menangani pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyesalkan  pengusiran seorang jemaah masjid Al Amanah di Kampung Apit, Kecamatan Medansatria. Video pengusiran ini viral di beragam media sosial, membuat geram netizen tanah air.

    "Seharusnya kita semua mempunyai tanggung jawab bersama, dalam pengendalian COVID 19 ini," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 3 Mei 2021.

    Seorang jemaah Masjid Al Amanah diusir karena memakai masker di dalam masjid. Peristiwa itu terjadi pada 27 April lalu. Masalah diselesaikan secara musyawarah pada hari itu juga di Mapolsek Medansatria.

    Masalah di Masjid Al Amanah bukan kali itu saja. Sebelumnya, 14 April Tim Satgas COVID 19 setempat menerima laporan mengenai pelanggaran protokol kesehatan ketika pelaksanaan Salat Tarawih. Panitia sudah ditegur.

    Rahmat Effendi mengatakan pemerintah sangat konsisten menerapkan protokol kesehatan di berbagai fasilitas publik. Ini dilakukan untuk menekan penularan virus Corona di masyarakat.

    Sampai dengan Senin pagi, 98 persen kasus Covid-19 sembuh. "0,79 kasus aktif, ini sudah sangat jauh di bawah," Rahmat.

    Rahmat berharap, pelanggaran protokol kesehatan di ruang publik tidak terjadi lagi. Untuk memastikannya, ia mengunjungi Masjid Al Amanah, menunaikan salat Zuhur dengan jemaah yang di antaranya adalah anak buahnya serta pejabat TNI dan Polri setempat. "Sudah clear, kami berharap protokol kesehatan yang sudah kita susun menjadi kesepahaman kita semua."

    Baca: Biro Haji dan Umrah Jakarta Selatan Bidik Jemaah Kalangan Milenial, Ini Sebabnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.