Jakarta Terkini: KPAI Soroti Mudik Lebaran, Viral Toko Thamrin City Membeludak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik menggunakan motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    Ilustrasi mudik menggunakan motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    Jakarta - Berita terkini dari Jakarta diawali seruan KPAI menjelang berlakunya larangan mudik dari pemerintah.

    Selain itu ada pula viral video toko di Thamrin City, tak jauh dari kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat membeludak dibanjiri pengunjung.

    1. KPAI Serukan Anak-anak Jangan Sampai Jadi Korban Larangan Mudik

    Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mengingatkan potensi pelanggaran yang dapat menempatkan anak-anak dalam situasi tidak nyaman karena perjalanan panjang.

    "Meski larangan mudik telah di sosialisasikan dengan baik, namun tidak mengurungkan sebagian keluarga untuk tetap mudik," kata Jasra dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Mei 2021.

    Pemerintah melarang mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2020. Memasuki masa berlaku aturan tersebut, Jasra mengaku khawatir banyak masyarakat merencanakan siasat perjalanan pulang kampung. Apalagi, transportasi seperti kereta yang selama ini menjadi favorit warga, telah memberlakukan pembatasan perjalanan.

    "Maka berpotensi pemudik menggunakan alternatif transportasi, salah satunya sepeda motor," kata dia.

    Pada tahun yang tengah diselimuti pandemi Covid-19 ini, kata Jasra, tidak ada lagi mudik gratis yang memberi fasilitas kepada pengemudi sepeda motor agar tidak kelelahan di jalan. Adanya kebijakan larangan mudik, justru membuat perjalanan akan panjang tanpa istirahat.

    "Kemudian kebiasaan menempatkan anak-anak duduk di depan atau didekap sepanjang perjalanan, tentu berpotensi membahayakan anak-anak," kata Jasra.

    Jasra melanjutkan, tantangan juga akan dihadapi pemudik begitu sampai di tempat tujuan, yaitu adanya karantina atau isolasi mandiri. Bila di tempat tersebut ada bayi dan anak-anak, kata dia, maka perlu menjadi perhatian khusus.

    Ilustrasi penumpang mudik dengan travel gelap. TEMPO/Subekti.

    "Agar niat memberikan tempat, jangan sampai berdampak psikologis dan fisik pada bayi dan anak-anak," kata dia.

    Situasi pandemi ini, ujar Jasra, juga membuat anak-anak berpotensi tidak ikut arus balik dengan orang tuanya nanti. Alasanya karena berbagai pertimbangan, terutama faktor ekonomi. Untuk itu anak-anak akan dipertimbangkan tetap berada kampung dan menjalani sekolah online usai lebaran.

    2. Viral Video Pengunjung Toko di Thamrin City Membeludak

    Video yang menunjukkan keramaian orang di toko Khalisa di Thamrin City, Jakarta Pusat beredar di grup-grup percakapan. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi membenarkan adanya kerumunan di toko kerudung itu.

    "Kerumunan berlangsung pada Senin, 3 Mei 2021 sekitar pukul 07.30," kata Hengki saat dikonfirmasi, Selasa, 4 Mei 2021.

    Menurut Hengki, toko itu berada di lantai 5 pusat perbelanjaan Thamrin City. Kerumunan itu merupakan pengunjung toko yang akan berbelanja kerudung dan scarf.

    "Toko mengobral barangnya dengan harga murah sehingga banyak yang rebutan ingin membeli, karena takut tidak kebagian," kata Hengki.

    Petugas dari Polsek Metro Tanah Abang, Kepala Kepolisian Subsektor Thamrin City, Bhabinkamtibmas Kebon Melati serta satpam mal telah menegur penjual dan pembeli kerudung agar segera membubarkan diri. Selain itu, Toko Khalisa ditutup untuk sementara.

    "Situasi sudah kondusif dan sudah tidak ada kerumunan," kata Hengki tentang kerumunan di Thamrin City itu.

    Berita Thamrin City dan soal seruan KPAI agar jangan sampai anak-anak menjadi korban larangan mudik lebaran menjadi terkini di Metro siang ini.

    Baca juga : Pengunjung Toko Kerudung di Thamrin City Membeludak, Polisi: Karena Obral

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.