Bima Arya Sebut Mal dan Pasar Bisa Ditutup Sementara Jika Terjadi Kerumunan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 bisa menutup sementara mal dan pasar jika terjadi kerumunan warga yang sangat ramai dan sulit dikendalikan. Kerumunan itu berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

    Bima yang menjadi Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian mereka adalah Pasar Kebon Kembang yang selalu padat menjelang Idul Fitri.

    "Di Pasar Kebon Kembang ini kesemrawutan dan sampahnya, menjadi perhatian. Pada tahun ini bukan hal itu saja yang menjadi perhatian, tapi ramainya pengunjung yang terjadi kerumunan. Satgas berusaha mengatur mobilitas warga yang datang ke pasar ini, untuk mencegah kerumunan yang dapat menimbulkan kenaikan Covid-19," katanya.

    Bima mengatakan pihaknya saat ini berusaha keras mencegah kenaikan kasus Covid-19 di Kota Bogor. Apalagi ada peningkatan kasus di tingkat nasional. "Kalau tidak dicegah dan lalai, maka penularan Covid-19 di Kota Bogor bisa meningkat, karena tingginya mobilitas warga menjelang Idul Fitri dan terjadi kerumunan-kerumunan," katanya.

    Untuk mengatur kerumunan yang terjadi di pusat belanja dan pasar, Bima mengatakan pemerintah dibantu Polresta Bogor, TNI dari Kodim 0606, dan Denpom III/1 Bogor.

    "Kami melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk secara teknis menerbitkan kebijakan yang dapat dipahami warga agar dipatuhi, baik manajemen traffic, rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir, dan akses masuk ke pasar. Kebijakan tersebut diberlakukan dengan sangat ketat mulai hari ini," kata Bima Arya.

    Baca juga: Bima Arya Kebingungan, Mobilitas Tetap Tinggi Meski Diberlakukan Ganjil Genap


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.