Ada Temuan Mutasi Covid-19 India di Jakarta, Wagub DKI: Waspada

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria meminta warga Ibu Kota mewaspadai temuan dua kasus mutasi Covid-19 India yang sebelumnya disebutkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    "Untuk itu, kami minta semua warga hati-hati, waspada. Lebih baik berada di rumah, jangan mudik, berinteraksi dan sebagainya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

    Wagub DKI mengingatkan masyarakat bahwa mutasi virus Corona (Covid-19) yang sejauh ini diketahui dari Inggris, India, Brasil dan Afrika Selatan, sangat berbahaya dari sisi kecepatan penularan yang bisa mencapai 10 kali lipat.

    "Jadi dari India, juga dari Inggris, kemudian dari Afrika, semua memiliki kecepatan yang lebih tinggi, bahkan lebih sampai 10 kali lipat kecepatan penularannya," ucapnya.

    Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan adanya kasus mutasi Covid-19 dari India. " Ada dua insiden yang sudah kita lihat, dua-duanya di Jakarta dan satu insiden mutasi dari Afrika Selatan yang masuk itu ada di Bali," kata Budi dalam konferensi pers, Senin, 3 Mei 2021.

    Baca juga: Kerumunan Tanah Abang Hingga Mal, DPRD DKI: Kalau Dibiarkan Bisa Seperti India


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H