Terpopuler Metro: Food Station Soal Panen Raya Anies Baswedan dan Pemudik Motor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengikuti panen raya di areal persawahan yang terletak di kawasan Cakung Timur, Jakarta, 23 Januari 2017. Anies juga berharap persawahan ini bisa dijadikan sekolah alam bagi para siswa sekolah dasar untuk lebih mengenal cara bertani. TEMPO/Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengikuti panen raya di areal persawahan yang terletak di kawasan Cakung Timur, Jakarta, 23 Januari 2017. Anies juga berharap persawahan ini bisa dijadikan sekolah alam bagi para siswa sekolah dasar untuk lebih mengenal cara bertani. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan Gubernur DKI Anies Baswedan ikut panen raya di Cilacap, Jawa Tengah masih menjadi perhatian pembaca Tempo. Kali ini Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraruyo membantah jika kegiatan tersebut dilakukan karena stok beras di Ibu Kota menipis.

    Berita lain yang juga jadi perhatian pembaca adalah seputar larangan mudik.

    Berikut rangkuman dua berita terpopuler tersebut.

    1. Anies Ikut Panen Raya di Cilacap Bukan Berarti Stok Beras Tipis

    Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengklarifikasi soal kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan panen raya di Cilacap.

    "Pak Gubernur datang ke Cilacap untuk memastikan kerja sama yang sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang berjalan dan suplainya tidak terganggu,” ujar dia saat Tempo hubungi lewat sambungan telepon pada Selasa, 4 Mei 2021.

    Jadi kata dia, kegiatan Anies itu tak menyiratkan jika stok beras di Jakarta menipis. Dirut Food Station itu memastikan stok beras di DKI Jakarta cukup menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pamrihadi menjelaskan saat ini stok beras di Pasar Induk Cipinang sebanyak 56 ribu ton.

    Jumlah itu lebih banyak dari standar aman stok beras dalam kondisi normal di Pasar Induk Cipinang, yaitu 40 ribu ton. “Stok beras di Jakarta cukup,” kata dia.

    Menurut Pamrihadi, stok sebanyak 56 ribu ton itu juga sudah cukup untuk mengantisipasi berbagai hal selain hari raya Idul Fitri, seperti kemungkinan suplai yang tidak lancar maupun petani yang tidak panen.

    2. Taktik Mudik Pengemudi Sepeda Motor

    Larangan mudik mulai ditetapkan besok, 6 Mei 2021. Namun pemudik yang menggunakan sepeda motor sudah terlihat memadati jalus arteri Pantai Utara Jawa sebelum larangan diberlakukan.

    Mereka terlihat membawa barang-barang, mulai dari pakaian hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

    "Kami sengaja pulang lebih awal karena ada saudara nikah di kampung Tanggal 9 Mei. Kalau berangkat dekat hari nikahan jalan sudah disekat, enggak boleh mudik," kata Suwarno, salah seorang pemudik saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Selasa dini hari, 4 Mei 2021.

    Suwarno melakukan perjalanan mudik dari Tangerang menuju Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mengendarai motor matic bersama istrinya.

    Seorang pemudik asal Bekasi, Rahmat mengatakan, ia akan menuju Brebes, Jawa Tengah. "Mudik pakai sepeda motor lebih santai karena bisa berhenti di mana saja kita mau. Kondisi kendaraan harus baik supaya perjalanan aman dan lancar," kata Rahmat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.