Bandara Soekarno-Hatta Padat Penumpang Jelang Larangan Mudik Berlaku Besok

Calon penumpang pesawat udara berjalan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 3 Mei 2021. Sebagian masyarakat memilih mudik lebih awal guna menghindari masa larangan mudik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Tangerang-Satu hari menjelang larangan mudik, Bandara Soekarno-Hatta dipadati penumpang sejak pagi hingga siang, Rabu, 5 Mei 2021. Ratusan calon penumpang memadati lobi maupun ruang tunggu Terminal keberangkatan maupun kedatangan 2 D, E dan F Bandara Soekarno-Hatta.

Puluhan petugas berjaga dan mengingatkan pengunjung bandara untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak. Meski ramai, tidak terlihat  antrean penumpang di pintu masuk check in. Namun, banyak calon penumpang yang duduk tanpa menjaga jarak. Mereka duduk di kursi tunggu dan mengabaikan tanda X untuk kursi yang dilarang diduduki.

Indriyani, 27 tahun, salah satu calon penumpang yang akan ke Ternate mengaku kesulitan mendapatkan tiket pesawat. "Semua tiket habis, ini kami sedang menunggu konfirmasi dari salah satu maskapai," ujarnya saat ditemui Tempo di Terminal keberangkatan 2 E.

Indriyani ke Ternate mengantar Matius, pamannya yang ingin mudik. "Kalau enggak hari ini, besok sudah tidak bisa," katanya. Apalagi sampai siang, Indriyani dan Matius belum juga mendapatkan tiket.

Indriyani mengatakan kepulangan ke Ternate memang mendadak, karena menunggu pamannya yang dari Afrika menjalani karantina di Wisma Atlet selama lima hari. "Untung untungan aja."

Ia sudah menjalani swab antigen. "Kalau sampai tidak dapat tiket ya udah berarti mudiknya batal," katanya.

Sedangkan Matius berharap bisa segera pulang ke kampung halamannya setelah cukup lama bekerja di Afrika. "Semoga bisa pulang hari ini," ujarnya.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muwardi mengatakan meski terjadi kepadatan, namun sampai saat ini belum ada peningkatan jumlah penumpang di bandara Soekarno Hatta. "Memang lumayan padat di Terminal 2 karena ada penerbangan yang waktunya bersamaan, namun secara keseluruhan jumlah pax nya masih dalam rentang normal," kata Holik.

Di Terminal 2, untuk penerbangan dari jam 5.00 sampai jam 11.00 ada sekitar 25 sampai 30 flight keberangkatan. 

Holik memastikan Angkasa Pura II bersama TNI, Polri, Otoritas Bandara, KKP, maskapai dan Satgas Udara protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik di Bandara Soekarno-Hatta. "Kami meletakkan fasilitas handsanitizer, mengendalikan  penumpang apabila di check in hall agak padat kami stop dulu penumpang yang mau check in."

Baca: Kedatangan Buruh Migran Meningkat, Imigrasi Siapkan Dua Jalur Khusus






Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat ke Inflasi Minim, Bagaimana Penjelasannya?

4 hari lalu

Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat ke Inflasi Minim, Bagaimana Penjelasannya?

Kemenkeu menyatakan kenaikan harga tiket pesawat tak akan banyak memengaruhi inflasi. Bagaimana penjelasan lengkapnya?


Tuslah Berlaku, Bos Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

4 hari lalu

Tuslah Berlaku, Bos Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Garuda Indonesia berkomitmen memastikan keterjangkaun harga tiket pesawat, meskipun juga harus menyesuaikan dengan lonjakan harga bahan bakar pesawat.


INACA Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tak Pengaruhi Biaya Angkutan Logistik

4 hari lalu

INACA Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tak Pengaruhi Biaya Angkutan Logistik

INACA melihat kenaikan harga tiket pesawat karena penerapan tarif tambahan atau tuslah tak akan membuat biaya logistik angkutan udara ikut melonjak.


Terpopuler Bisnis: 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

4 hari lalu

Terpopuler Bisnis: 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

Sepanjang Ahad, 7 Agustus 2022, berita tentang kecelakaan di perlintasan kereta di Cirebon banyak disoroti pembaca.


INACA Sebut Maskapai Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat di Rute Gemuk

5 hari lalu

INACA Sebut Maskapai Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat di Rute Gemuk

Kementerian Perhubungan mengizinkan maskapai menerapkan tarif tambahan atau tuslah sampai 15 persen untuk tiket pesawat.


Tarif Tambahan untuk Tiket Pesawat Diizinkan Naik 15 Persen, Bos Garuda: Kami Review

5 hari lalu

Tarif Tambahan untuk Tiket Pesawat Diizinkan Naik 15 Persen, Bos Garuda: Kami Review

Bos Garuda Indonesia ini memastikan perusahaannya bakal menjaga agar harga tiket pesawat tetap terjangkau bagi masyarakat.


Tekanan Inflasi Akibat Tiket Pesawat hingga BBM Diprediksi Bikin BI Naikkan Suku Bunga

5 hari lalu

Tekanan Inflasi Akibat Tiket Pesawat hingga BBM Diprediksi Bikin BI Naikkan Suku Bunga

BI diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat untuk mengimbangi laju inflasi yang terus naik.


Gara-gara Avtur, Maskapai Diizinkan Naikkan Harga Tiket Pesawat hingga 15 Persen

5 hari lalu

Gara-gara Avtur, Maskapai Diizinkan Naikkan Harga Tiket Pesawat hingga 15 Persen

Kenaikan tarif tiket pesawat ini merupakan biaya tambahan atau tuslah akibat melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur) alias fuel surcharge.


Kemenhub Surati Bos-bos Maskapai Imbau Turunkan Harga Tiket Pesawat: Daya Beli Belum Pulih

5 hari lalu

Kemenhub Surati Bos-bos Maskapai Imbau Turunkan Harga Tiket Pesawat: Daya Beli Belum Pulih

Kemenhub mengimbau maskapai yang melayani rute penerbangan untuk memberlakukan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau oleh masyarakat.


Capaian Vaksin Booster Baru 27,22 Persen, Pemerintah Imbau Nakes Segera Suntik Vaksin Keempat

7 hari lalu

Capaian Vaksin Booster Baru 27,22 Persen, Pemerintah Imbau Nakes Segera Suntik Vaksin Keempat

Pemerintah akan mengumumkan soal vaksin booster kedua untuk masyarakat umum.