Ada Larangan Mudik, Angka Kasus Covid-19 Dipastikan Tetap Naik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif memperkirakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan wilayah lainnya akan tetap meningkat, meski pemerintah telah menerapkan kebijakan larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. "Kasus pasti meningkat setelah lebaran," kata Syahrizal melalui pesan teks, Rabu, 5 Mei 2021.

    Ia menuturkan kasus Covid-19 pasti meroket karena potensi kerumunan dan berkumpul untuk silaturahmi Lebaran akan tetap terjadi. Belum lagi masyarakat sudah terlihat memadati pasar-pasar hingga pusat perbelanjaan modern.

    Selain itu, tempat wisata juga akan ramai karena warga yang tidak pulang kampung bakal mencari tempat rekreasi keluarga. "Transportasi publik lokal juga sudah padat "

    Menurut dia, wilayah yang bakal mengalami peningkatan kasus Covid-19 cukup tinggi adalah Jabodetabek. Sebabnya, peningkatan pergerakan kendaraan bakal terjadi selama Lebaran.

    Peningkatan volume kendaraan bahkan telah terlihat sejak lama. Hal itu terlihat dari meningkatnya polusi udara di Ibu Kota.

    Syahrizal memperkirakan peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota bakal terjadi seperti periode sebelumnya yang membuat rumah sakit nyaris kolaps, meski ada larangan mudik. "Saya perkirakan hampir sama dengan peningkatan kasus-kasus saat libur panjang yang lalu," ujarnya.

    Baca: Mau Bikin SIKM? Ini Syaratnya dari Kelurahan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.