Cerita Jasa Penukaran Uang di Ciputat Tangerang Selatan Loyo Sepi Peminat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Tangerang Selatan- Jasa penukaran uang untuk dibagikan ke sanak saudara saat lebaran Idul Fitri 2021 nanti mulai bermunculan, salah satunya yang ada di wilayah Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.

    "Saya sudah 10 tahun selama mau lebaran saja buka jasa penukaran uang ini, ya tempatnya disini sambil nawarin ke orang-orang yang lewat naik motor atau mobil," kata Sianturi (47) salah seorang yang menawarkan jasa penukaran uang saat ditemui di Cimanggis, Kamis 6 Mei 2021.

    Menurut Sianturi, ia menawarkan jasa penukaran uang mulai dari nominal Rp 2 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu dengan nilai yang sama dengan satu bundel uang tersebut.

    "Ya kalau Rp 500 ribu pecahan Rp 5 ribu ya harganya juga sama dengan nilai yang ditukarkan, hanya saja keuntungannya dari pembeli yang melebihkan dari nominal Rp 500 ribu itu, contohnya pembeli melebihi Rp 10 ribu, nah itu keuntungan kita. Jadi seikhlasnya pembeli ngasihnya lebihnya," ujarnya.

    Tidak ada omset yang menentu dari jasa penukaran uang ini, kata Sianturi, karena semakin banyak orang yang pulang kampung, semakin banyak ia meraup keuntungan.

    "Saya gelar lapak ini di dekat terminal bayangan Cimanggis, Ciputat. Kalau penumpangnya banyak, makin banyak juga biasanya yang menukarkan uang, kalau pengendara yang lewat ya ada tapi tidak banyak," ungkapnya.

    Dengan adanya larangan mudik yang berlaku mulai hari ini hingga 17 Mei 2021, lanjut Sianturi, tentu jasa penukaran uang yang ia geluti terkena imbasnya.

    "Kalau ada larangan mudik ini ya kita kena imbasnya, karena tidak ada penumpang kan di terminal bayangan, ya jadi tidak ada penumpang yang menukarkan uang, kita ngandelin pengendara yang lewat aja," imbuhnya di Tangerang Selatan.

    Baca juga : Beda dengan Jabodetabek, Alasan Tangerang Selatan Tak Berlakukan SIKM

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.