Warga Kabupaten Tangerang Terpapar Varian Baru Covid-19, Sempat Dikarantina

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan mendata pasien positif COVID-19 yang baru tiba di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Tenaga kesehatan mendata pasien positif COVID-19 yang baru tiba di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan satu orang yang positif varian baru Covid-19 dinyatakan sudah sembuh. "Yang bersangkutan sudah sehat, sudah sembuh, sudah kembali ke rumah," ujarnya Kamis, 6 Mei 2021.

    Hendra mengatakan kasus varian baru Covid-19 ini terjadi pada Februari lalu. Kejadian tersebut bermula ketika warga Mekar Baru, Kabupaten Tangerang itu pulang dari Timur Tengah. "Yang bersangkutan merupakan pekerja migran dan baru pulang Timur Tengah," kata dr Hendra.

    Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, yang bersangkutan mengikuti karantina selama 5 hari sesuai prosedur kedatangan dari luar negeri. Pada saat dikarantina dan di swab PCR, warga tersebut terkonfirmasi positif Covid -19 namun tanpa gejala.

    "Dia OTG, tapi tetap menjalani karantina selama 20 hari di Wisma Atlet," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang itu.

    Setelah dinyatakan sehat, yang bersangkutan kembali ke rumah. Hingga kini orang itu masih dalam pantauan petugas Puskesmas selama 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan imunitas tubuhnya. 

    Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga melakukan pengecekan kepada keluarga pekerja migran yang pernah tertular varian baru Covid-19 itu dengan mengambil sampel dan dibawa ke Litbangkes Kementerian Kesehatan. "Keluarganya negatif," kata Hendra. 

    JONIANSYAH HARDJONO

    Baca juga: Kemenkes Deteksi 17 Kasus Varian Baru Covid-19 Diantaranya di Karawang dan Bogor


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.