Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Putar Balik 1.070 Kendaraan Hingga Kamis Siang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang beristirahat usai terjaring dalam operasi penyekatan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. Para pengemudi travel gelap dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan. ANTARA

    Penumpang beristirahat usai terjaring dalam operasi penyekatan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. Para pengemudi travel gelap dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.070 kendaraan yang diduga hendak mudik diputar balik oleh polisi karena terjaring Operasi Ketupat Jaya 2021. Mereka diminta memutar balik kendaraannya menyusul aturan larang mudik sejak 6 Mei 2021 pukul 00.00, hingga 17 Mei 2021. 

    "Sampai pukul 12.00 siang tadi total sudah 1.070 kendaraan diputarbalikkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Mei 2021. 

    Ribuan kendaraan itu diminta putar balik di dua pos penyekatan larangan mudik, yakni Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat dan GT Cikupa. Dari 1.070 kendaraan itu sebanyak 895 merupakan kendaraan pribadi sedangkan 175 sisanya kendaraan umum.

    "Rincian untuk GT Cikupa ada 626 kendaraan, rinciannya kendaraan pribadi 519 dan kendaraan umum 77. Untuk GT Cikarang Barat ada 444 kendaraan, rinciannya kendaraan pribadi 346 dan kendaraan umum 98. Ini masih terus berjalan," kata Yusri. 

    Untuk menjaring para pemudik, sebanyak 31 pos pengamanan larangan mudik dibangun oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan mulai beroperasi mulai 6 - 17 Mei 2021. Pos tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni 17 titik check point dan 14 titik penyekatan.

    Adapun fungsi dari kedua pos tersebut berbeda. Pada titik check point petugas akan melakukan penyaringan kendaraan-kendaraan yang dicurigai akan mudik dan menegakkan protokol kesehatan. Sementara di titik penyekatan, petugas akan menegakkan protokol kesehatan, memeriksa surat izin keluar masuk (SIKM), dan memutarbalikkan kendaraan pemudik yang nekat mudik. 

    Menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya yang Tempo terima, sebanyak 1.313 personel yang akan dikerahkan untuk menjaga 31 titik check point dan penyekatan dalam antisipasi pemudik Lebaran 2021.

    Baca juga: Aparat Gabungan Razia Warga Nekat Mudik di Penyekatan Area Lebak Bulus


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.