Tempat Wisata di DKI Jakarta Tetap Buka dengan Pembatasan Selama Libur Lebaran

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung ke Teater Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah wisatawan berkunjung ke Teater Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    JAKARTA- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta tetap membuka tempat wisata selama masa libur Lebaran 2, namun dengan pembatasan. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta tanggal 7 Mei 2021 tentang Operasional Tempat Wisata/Rekreasi pada Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 di Masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. 

    "Sehubungan dengan tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia serta munculnya varian baru virus Corona dari luar negeri, maka diperlukan pembatasan kegiatan pariwisata untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Covid-19 pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H." Demikian ketentuan dalam surat edaran itu.

    Terdapat empat ketentuan dalam surat itu. Pertama adalah diberlakukan pembatasan pengunjung di kawasan pariwisata atau taman rekreasi dan wisata tirta sebanyak 30 persen dari kapasitas maksimal. Waterpark yang sudah memiliki izin penyelenggaraan tetap mengikuti ketentuan pada Surat Keputusan Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Nomor 354 Tahun 2021. 

    Jam operasional usaha kawasan pariwisata atau taman rekreasi, wisata tirta, dan waterpark mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam SK Kadis Parekraf Nomor 354 tahun 2021. Ketentuan selanjutnya, pengelola tempat wisata diharuskan melaksanakan standar prosedur operasional serta protokol kesehatan dengan ketat dan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. 

    Ketentuan keempat, masyarakat yang hendak mengunjungi tempat wisata harus melakukan reservasi dan pemesanan tiket secara online. Ketentuan terakhir, Dinas Parekraf mengharuskan tempat wisata untuk memaksimalkan jumlah Satuan Tugas Covid-19 internal mereka serta wajib berkoordinasi dengan instansi terkait. 

    Baca: Mau ke Tempat Wisata Selama Libur Lebaran? DKI Sedang Mengkaji Penutupannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.