Bentrokan di Pasar Minggu, Polisi: karena Ulah Satu Anggota Ormas Mabuk

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Jakarta - Bentrokan antarwarga pecah di Jalan Swadaya I RT 007/10 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat sore kemarin, 8 Mei 2021. Bentrok yang viral di media sosial itu terjadi antara organisasi masyarakat Forkabi dan FBR. 

    "Sebelumnya ada satu orang anggota ormas Forkabi yang mabuk, merusak bendera FBR dan dibuang ke comberan," ujar Kepala Polsek Pasar Minggu Komisaris Bambang Handoko saat dihubungi Tempo, Sabtu, 8 Mei 2021. 

    Hal itu memicu kemarahan dari anggota ormas FBR. Hingga pada Jumat sore, bentrokan warga terjadi di sekitar pos FBR yang berada di Pejaten Timur. Dalam video yang viral di media sosial, massa bentrok dengan membawa senjata tajam. 

    Polisi melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali untuk membubarkan massa. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu. "Sekarang sudah selesai, sudah enggak ada apa-apa."

    Pemicu perusakan bendera FBR oleh oknum Forkabi diduga karena pelarangan kegiatan bazar oleh Polri, TNI, dan Pemerintah DKI (tiga pilar). Lokasi bazar yang digelar oleh Forkabi bersebelahan dengan pos FBR. Sehingga terjadi salah paham antara kedua ormas itu. 

    Bazar itu, kata Bambang, tidak ada kaitannya dengan ormas FBR, yang melarang pun adalah dari unsur Tiga Pilar.  "Namun mereka melampiaskan kemarahannya dengan merusak banner dan bendera FBR." Polisi masih mencari orang yang pertama kali merusak bendera FBR sehingga berujung bentrokan itu. 

    Baca: Tawuran di Johar Baru Kembali Terjadi, Ini Harapan Warga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.