Larangan Mudik, 11 Calon Penumpang Ditolak Berangkat dari Terminal Pulogebang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan melintas di lobby Terminal Pulogebang di Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2020. Penghentian sementara pelayanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di terminal wilayah Jabodetabek diperpanjang hingga 7 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas keamanan melintas di lobby Terminal Pulogebang di Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2020. Penghentian sementara pelayanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di terminal wilayah Jabodetabek diperpanjang hingga 7 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelas calon penumpang yang hendak ke luar kota dari Terminal Pulogebang, Jakarta Timur ditolak berangkat pada hari kedua larangan mudik yaitu Jumat, 7 Mei 2021.

    Petugas pemeriksaan menolak keberangkatan mereka lantaran dokumen yang dilampirkan tidak sesuai persyaratan.

    "Memang yang bersangkutan mendapat surat tugas, tapi tujuannya untuk cuti dan mudik. Tentu kami tolak," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Terminal Pulogebang, Sabtu, 8 Mei 2021.

    Sedangkan jumlah penumpang nomudik yang diperkenankan berangkat pada Jumat, 7 Mei 2021, karena memenuhi syarat mencapai 42 orang. Mereka diangkut menggunakan 18 bus.

    Syafrin mengatakan, pada hari pertama larangan mudik ada 27 penumpang diberangkatkan dengan 11 bus. Sebagian besar kota tujuan mereka berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

    Untuk hari ini, berdasarkan data Terminal Pulogebang, hingga pukul 09.40 WIB jumlah penumpang yang berangkat mencapai lima orang dengan dua bus. Sedangkan yang ditolak mencapai 4 orang karena persyaratan kurang lengkap.

    Sedangkan jumlah kedatangan penumpang khusus non mudik dari 6-7 Mei pukul 24.00 WIB, tercatat mencapai 60 orang yang diangkut 21 bus.

    Hingga siang ini kondisi Terminal Pulogebang masih terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa penumpang yang bersiap untuk berangkat. Salah satunya Arief Abidin yang hendak menuju Yogyakarta karena alasan dinas.

    Ia mengaku membeli tiket bus dengan harga lebih tinggi mencapai Rp 310 ribu dibandingkan hari biasa mencapai kisaran Rp150 ribu. "Wajar saja harganya lebih mahal karena kan yang diangkut sedikit," ujar dia ditemui di Terminal Pulogebang.

    Baca juga: Ada yang Nekat Mudik Berbekal Surat PHK di Terminal Pulogebang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.