Sebar Ajakan Tolak Larangan Mudik, Tiga Orang Ditangkap Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan bus. ANTARA/Rony Muharrman

    Ilustrasi mudik dengan bus. ANTARA/Rony Muharrman

    Jakarta - Polisi menangkap ES, 33 tahun; AA, 34 tahun; dan BES 39 tahun karena menyebarkan ajakan kepada para sopir angkutan umum untuk berdemonstrasi menolak larangan mudik 2021. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan mereka menyebarkan ajakan melalui media sosial WhatsApp. 

    Jumat, 7 Mei 2021 polisi mendapatkan informasi melalui tangkapan layar yang tersebar dalam grup perpesanan.  "Isinya seruan mengajak berdemonstrasi di dalam tol untuk menimbulkan kemacetan," ujar Yusri, Sabtu, 8 Mei 2021. 

    Ajakan demonstrasi itu bertujuan agar mudik kembali diperbolehkan pemerintah. Ketiga tersangka menyebarkan ajakan itu melalui grup WhatsApp bernama AJPI NUSANTARA 1 yang anggotanya mayoritas pengusaha dan sopir angkutan umum. 

    Berikut, seruan itu: 

    “Ayo kita gaungkan dan persiapkan untuk gerakan tanggal 8 Mei. Seluruh travel Sumatera yang lintas Jakarta Pulau Jawa dan Bali. Kita kumpul di simpang 3 jln pertemuan lintas pantai timur dan lintas tengah (pom bensin yg tutup). Dimulai jam 8 pagi pergerakan ke Pelabuhan Bakauheni pukul 13.00 WIB. Untuk area Jakarta, titik kumpul di KM

    19 Rest Area, kita akan buat kemacetan tol, untuk rekan rekan seperjuangan yang lainnya silahkan koordinasi dengan teman teman di masing masing kota atau domisili, kita serempak demo bersama pelaku usaha transportasi. Ayo gaungkan dan gerakan

    #AYO_BEBAS_MUDIK_2021#" 

    Dari hasil pemeriksaan sementara, Yusri mengatakan ketiganya bukan pihak yang membuat ajakan itu. Mereka mengaku hanya meneruskan ajakan melalui grup  perpesanan. "Tidak berencana mengikuti kegiatan itu dan tidak mengetahui siapa yang menjadi penggerak atau inisiator kegiatan," kata Yusri. 

    Ketiga tersangka dibidik dengan Pasal 160 KUHP tentang menghasut masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana  yang menimbulkan kedaruratan kesehatan. Mereka juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Sampai saat ini polisi masih memeriksa kasus ini. Salah satunya dengan mencari dalang pembuat ajakan demonstrasi melawan larangan mudik

    Baca: 2 Hari Larangan Mudik, Jasa Marga Catat 171 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.