Wakil Wali Kota Depok Ungkap Klaster Majelis Taklim, 21 Orang Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Depok menemukan adanya klaster penyebaran Covid-19 dari majelis taklim. Sebanyak 21 orang terpapar Covid-19.

    "Saat ini sudah ditangani di rumah sakit dan isolasi mandiri di Wisma Makara UI," kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono seperti dikutip Antara, Sabtu, 8 Mei 2021.

    Karena itu Imam meminta warga Depok mematuhi keputusan pemerintah untuk tidak melakukan mudik di wilayah aglomerasi yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi).

    "Memang ada aturan baru dari Satgas Covid-19 nasional, kita harus mengikuti aturan tersebut," kata Imam.

    Ia berharap warga Depok di rumah saja pada saat hari raya Idul Fitri tahun ini. Apalagi saat ini ada varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular.

    "Jadi jangan sampai setelah Idul Fitri warga Depok yang positif Covid-19 terus bertambah, karena yang namanya silaturahim mengumpulkan banyak orang jangan sampai saling menularkan," ujarnya.

    Untuk mencegah masyarakat yang hendak mudik, Pemerintah Kota Depok bersama Polres Metro Depok dan Kodim 0508/Depok melakukan penyekatan di tiga pos penyekatan dan lima pos cek poin.

    Baca juga: Asal Bukan Mudik, Warga Bodetabek Tak Perlu SIKM untuk ke Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.