Pemerintah Terima Kedatangan 157 WNA Cina, Pengamat: Masyarakat Jadi Mau Mudik

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ilustrasi penumpang mudik dengan travel gelap. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno melihat pemerintah tak konsisten dalam menerapkan kebijakan larangan mudik lebaran. Hal ini terlihat dari diizinkannya 157 warga negara Cina masuk ke Indonesia pada masa larangan mudik.

"Ini juga menunjukkan pejabat Indonesia tidak peka dengan kondisi masyarakat sekarang," kata Djoko melalui pesan singkat, Senin, 10 Mei 2021.

Saat pemerintah melarang masyarakat mudik pada periode 6-17 Mei, kata dia, semestinya kebijakan itu berlaku juga untuk mencegah WNA dari mana pun masuk. "Alasan apapun harusnya ditunda setelah tanggal 17 Mei. Apapun kepentingannya," ujar dia.

Kedatangan ratusan WNA asal Cina itu akan memberikan kesan pemerintah tidak serius dalam menangani Covid-19. Yang dikhawatirkan atas kejadian ini adalah warga yang tadinya menunda mudik jadi akan memaksakan pulang kampung. "Alasannya WNA saja dibolehkan datang. Warga bakal merasa pemerintah pilih kasih. Meskipun TKA Cina itu datang sudah sesuai prosedur, tapi waktunya kurang pas."

Baca juga: 157 WNA Asal Cina Tiba Lagi di Cengkareng, Imigrasi: Untuk Bekerja Bukan Wisata

IMAM HAMDI






CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

18 jam lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

1 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

1 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

2 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

2 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

4 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

5 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

5 hari lalu

Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

Sebanyak 54 perguruan tinggi di 21 kota di China akan menerima kembali mahasiswa Indonesia, yang sempat pulang kampung di awal pandemi Covid-19 2020.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

6 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

6 hari lalu

Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

Informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit, almarhum Azyumardi Azra meninggal akibat serangan jantung.