Detik-detik Rizieq Shihab di Kerumunan Gadog: Keluar Tol ke Puncak Masih Sepi...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin FPI Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Pemimpin FPI Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Jakarta - Rizieq Shihab menceritakan detik-detik dirinya melalui kerumunan di simpang Gadog, Megamendung, Jawa Barat. Saat itu akan menghadiri acara peletakan batu pertama Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat pada Jumat, 13 November 2020.

    Rizieq mengaku ke Megamendung setelah salat subuh di area Tebet, Jakarta Selatan.

    Dia dan rombongan dalam mobil kemudian masuk ke jalan tol arah Puncak Bogor.

    "Begitu saya keluar tol, masih sepi, tol yang arah ke Puncak bukan yang arah ke Ciawi ya. Begitu sampai di Simpang Gadog, ternyata orang sudah penuh di sana," kata Rizieq memberi kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    Akibat kerumunan orang itu, mobil yang dikendarai Rizieq tak bisa jalan menuju Markaz Syariat. Rizieq kemudian menunjukkan dirinya dengan keluar dari sunroof mobil.

    "Saya minta mereka memberi jalan," kata Rizieq.

    Di saat-saat itu, sejumlah orang disebut menerobos untuk mencium tangan atau memeluk Rizieq. Mantan pimpinan Front Pembela Islam atau FPI itu kemudian meminta bantuan menantunya, Hanif Alatas untuk mengimbau warga. Alasannya, suara Rizieq saat itu habis.

    Hanif disebut meminta warga untuk membuka jalan karena takut rombongan bakal ketinggalan salat jumat di Markaz Syariat. Tak cuma Hanif, kata Rizieq, para laskar yang membuat barikade di sisi jalan juga mengigatkan warga.

    "Campurlah antara peringatakan prokes (protokol kesehatan), minta jalan dan seterusnya," kata Rizieq.

    Seorang jaksa kemudian menanyakan apakah Rizieq melihat polisi, petugas Satgas Covid-19 dan spanduk tentang peringatan menjaga protokol kesehatan pada saat itu. Rizieq lantas menjawab, dia tidak memperhatikan polisi. Sementara Satgas Covid-19, Rizieq mengaku tak mengenalinya karena tak ada seragam khusus.

    "Contohnya Pemuda Pancasila, mereka menurunkan anggotanya di beberapa titik, kalau yg pakai seragam seperti ini saya lihat," kata Rizieq.

    Ihwal spanduk, Rizieq bependapat bahwa di wilayah Puncak Bogor jumlah papan iklan terlalu banyak. Mulai dari spanduk promosi vila hingga restoran. Karena itu, dia tidak fokus memperhatikan spanduk yang ada di sana.

    "Yang saya perhatikan orang ini penuh, gimana buka jalan supaya sampai di sana," kata Rizieq.

    Rizieq Shihab kemudian mengaku sampai di Markaz Syariat tak lama sebelum azan salat jumat dikumandangkan. Acara peletakan batu pertama sendiri digelar setelah jamaah selesai menunaikan ibadah salat.

    Baca juga : Badan Geospasial: Gunung Mas Puncak Bogor Belum Lepas Ancaman Banjir Bandang

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi