Rizieq Shihab Bantah Ponpes Megamendung Tolak Tes Satgas Covid-19: Ada Mer-C

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada Senin, 12 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Rizieq Shihab saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada Senin, 12 April 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Jakarta - Rizieq Shihab mengakui bahwa Satgas Covid-19 Bogor mengirimkan surat kepada pengurus Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat di Megamendung, pasca acara peletakan batu pertama di lokasi itu.

    Satgas Covid-19 meminta untuk melakukan rapid test antigen kepada para santri.

    "Kemudian kami jawab, kami ini bukan saya ya, tapi pengruus pesantren, bahwa kita sampaikan santri ini suduah ada tim Mer-C," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 10 Mei 2021.

    Menurut Rizieq, tim Mer-C sudah melakukan rapid test kepada para santri. Tim yang pernah digunakan Rizieq di Rumah Sakit Ummi Bogor itu, juga disebut menyediakan pengawasan isolasi mandiri serta obat-obatan.

    "Jadi bukan kita menolak, mereka (Satgas Covid-19) bilang, kalau sudah rapid test, ya nggak rapid test lagi," kata dia.

    Setelah jawaban itu, lanjut Rizieq, tim Satgas melakukan penyemprotan disinfektan di dalam pondok pesantren Megamendung. Untuk kegiatan itu, pengurus pondok pesantren disebut mengizinkan satgas.

    Acara peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat berlangsung pada Jumat, 13 November 2020. Kerumunan massa menyambut Rizieq di Simpang Gadog, Bogor saat akan menuju acara peletakan batu pertama tersebut.

    Dalam perkara kerumunan di Megamendung, Rizieq Shihab didakwa melanggar sejumlah pasal. Antara lain Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular, dan Pasal 216 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Baca juga : Hakim Tunda Sidang Tuntutan Kasus Kerumunan, Ini Konsekuensi Buat Rizieq Shihab

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.