ASN Dilarang Open House dan Halalbihalal Lebaran, Ini Instruksi Bupati Bogor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin memeriksa hasil rapid test antigen wisatawan yang hendak masuk ke Bogor di pos Simpang Gadog pada Jumat, 12 Februari 2021. Foto: Pemerintah Kabupaten Bogor

    Bupati Bogor Ade Yasin memeriksa hasil rapid test antigen wisatawan yang hendak masuk ke Bogor di pos Simpang Gadog pada Jumat, 12 Februari 2021. Foto: Pemerintah Kabupaten Bogor

    TEMPO.CO, Cibinong - Bupati Bogor Ade Yasin melarang aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bogor menggelar open house dan halalbihalal Lebaran.

    "Seluruh pejabat dan ASN di Kabupaten Bogor dilarang open house atau halalbihalal menjelang perayaan, saat dan setelah Idul Fitri," kata Ade Yasin di Cibinong, Senin, 10 Mei 2021.

    Menurut Ade, yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, larangan tersebut tertuang dalam surat Instruksi Bupati Bogor nomor 622 tahun 2021 tentang pelarangan kegiatan open house atau halalbihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Aturan tersebut diterbitkan berdasarkan empat landasan hukum. Landasan pertama yaitu Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ tanggal 4 Mei 2021 tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan pelarangan open house atau halalbihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Landasan kedua adalah Peraturan Bupati Bogor Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif di Kabupaten Bogor.

    Instruksi Bupati itu juga berlandaskan Peraturan Bupati Bogor Nomor 15 Tahun 2021 tentang protokol kesehatan dalam pelaksanaan PSBB pra adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat sehat, aman dan produktif di Kabupaten Bogor.

    Landasan ke-4 adalah Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/272/Kpts/ Per-UU/2021 tentang Perpanjangan ke-16 pemberlakuan PSBB pra-adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat Sehat, Aman, dan produktif melalui pemberlakuan pembatasan Berbasis mikro di Kabupaten Bogor.

    Ade mengimbau warga Kabupaten Bogor tetap waspada saat jumlah kasus Covid-19 di wilayahnya mulai melandai. "Kita harus tetap waspada, menjelang bulan Ramadan sudah kita diskusikan bersama Forkopimda untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat," ujarnya.

    Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor bisa disebut mulai melandai jika dilihat dari penurunan angka okupansi rumah sakit. Kasus harian Covid-19 juga turun, dari rata-rata 90 kasus per hari menjadi 70 kasus hingga 60 kasus per hari.

    "Pusat isolasi seperti di Cibogo dan Kemang pun sudah kosong, dan di rumah sakit juga sekarang kasusnya di bawah 20 persen," kata Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

    Baca juga: Anies Baswedan Larang Halalbihalal dan Open House, Sarankan Takbiran Virtual


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi