Tak Lolos Syarat Non Mudik, 72 Penumpang Batal Berangkat di Stasiun Pasar Senen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen saat mulai berlakunya Larangan Mudik Lebaran di Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Di wilayah Daop 1 Jakarta terdapat 7 KAJJ yang akan beroperasi,  di antaranya 4 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Gambir dan 3 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana sepi di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen saat mulai berlakunya Larangan Mudik Lebaran di Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Di wilayah Daop 1 Jakarta terdapat 7 KAJJ yang akan beroperasi, di antaranya 4 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Gambir dan 3 KAJJ keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada H-1 Idul Fitri, 72 orang calon penumpang kereta api batal berangkat dari Stasiun Pasar Senen, karena tidak lolos persyaratan perjalanan non mudik. Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Eva Chairunisa mengatakan puluhan calon penumpang itu tidak membawa berkas persyaratan yang diminta.  

    "Berdasarkan hasil verifikasi, mereka ditolak karena persyaratan tidak lengkap," kata Eva Chairunisa di Pasar Senen, Rabu 12 Mei 2021.

    Sejak 6 Mei hingga 11 Mei 2021, sudah 400 calon penumpang kereta api ditolak berangkat karena persyaratan tidak lengkap. Eva mengatakan selain penumpang yang ditolak pada saat verifikasi persyaratan, ada pula yang berinisiatif tidak berangkat karena larangan mudik 2021. 

    Data KAI Daerah Operasi I Jakarta menunjukkan, pada H-2 Idul Fitri sebanyak 1.071 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Stasiun KA di Jakarta Pusat itu melayani tiga perjalanan KA jarak jauh menuju Tegal, Purwosari dan Purwokerto.

    KA jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen  adalah KA Serayu, Tegal Ekspres dan Bengawan. Semua kereta api itu adalah kelas ekonomi.

    Berdasarkan Surat Edaran Satgas No 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021, hanya ada beberapa kategori perjalanan yang bisa dilakukan dalam larangan mudik. Perjalanan non mudik yang diizinkan adalah perjalanan dinas atau bekerja, kunjungan duka keluarga meninggal, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil dan persalinan.

    Meskipun diizinkan melakukan perjalanan non mudik, para calon penumpang tetap harus membawa 
    surat izin keluar masuk (SIKM) dari kepala desa atau lurah setempat. Untuk pekerja yang hendak melakukan perjalanan dinas diwajibkan membawa 
    surat tugas.

    Baca juga: Pelbagai Modus Terobos Larangan Mudik 2021, Pakai Ambulans Sampai Mau Menikah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi