Hingga 9 Mei, Pemerintah Kota Tangerang Terbitkan 260 SIKM Perjalanan Non-Mudik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan SIKM. ANTARA

    Ilustrasi pemeriksaan SIKM. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Selama periode larangan mudik, Pemerintah Kota Tangerang sudah menerbitkan 260 Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan Kota Tangerang Buceu Gartina mengatakan SIKM itu dikeluarkan sejak 6 - 9 Mei 2021.

    Buceu mengatakan SIKM hanya diberikan kepada orang yang hendak melakukan perjalanan nonmudik. Kelurahan yang menerbitkan SIKM juga akan melakukan pemantauan. 
      

    "Imbauan untuk tidak mudik terus dilakukan aparat di Kecamatan dan Kelurahan. SIKM diterbitkan hanya untuk keperluan lain, bukan untuk mudik," kata Buceu di Tangerang, Rabu 12 Mei 2021.

    Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menjelaskan SIKM diterbitkan untuk beberapa kriteria keperluan mendesak seperti keluarga sakit, meninggal, ibu hamil dan persalinan.

    "Yang bisa ditandatangani oleh Lurah hanya untuk keperluan yang sifatnya mendesak," ujarnya.

    Herman mengatakan perjalanan menjenguk keluarga yang sakit dan meninggal, hanya boleh didampingi satu orang. Sedangkan untuk alasan persalinan boleh didampingi dua orang.

    SIKM wajib dibawa masyarakat yang memiliki keperluan mendesak tersebut. Para pekerja sektor informal maupun non pekerja juga harus mengurus SIKM jika ada keperluan di luar kota. SIKM itu harus dilengkapi dengan tanda tangan basah atau elektronik dari Lurah domisili tempat tinggal pemohon serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

    SIKM hanya berlaku untuk satu kali perjalanan. Selama masa peniadaan mudik ini, golongan lain yang diizinkan melaksanakan perjalanan hanya pelayanan distribusi logistik.

    Baca juga: 3.888 Pemohon SIKM, Ada Pemalsuan Surat dan Ibu Hamil Ingin Berlibur


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.