Rayakan Idul Fitri di Rumah, Anies Baswedan Tidak Bikin Open House Lebaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan dan Fery Farhati berfoto bersama anak-anak di hari ulang tahun Anies yang ke-52. Foto: Instagram Fery Farhati

    Anies Baswedan dan Fery Farhati berfoto bersama anak-anak di hari ulang tahun Anies yang ke-52. Foto: Instagram Fery Farhati

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak menggelar open house Lebaran untuk mencegah penularan Covid-19. Anies juga memilih salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga besarnya.   

    "Tidak ada open house. Ketentuannya memang begitu, tidak ada halal bihalal mencegah proses penularan," kata Anies di kediaman pribadinya di Lebak Bulus, Kamis 13 Mei 2021.

    Anies Baswedan mengatakan usai salat Id, dia akan melakukan silaturahmi virtual dengan kaum kerabatnya. Silaturahmi virtual juga dipilih Anies Baswean dengan kolega dan rekan kerja pada saat masuk kerja kembali Senin, 17 Mei 2021.

    "Biarkan hari ini semuanya memiliki perasaan bersama keluarga, nanti hari Senin kami selenggarakan silaturahmi virtual dengan teman kerja, kolega. Biarkan Kamis, Jumat, Sabtu masa bersama keluarga semua," ujar Anies.

    Beberapa hari lalu, Anies sudah menerbitkan Seruan Gubernur Nomor 5 Tahun 2021 terkait penyelenggaraan Idul Fitri 1442 Hijriah dan panduan Lebaran aman di rumah. Anies menganjurkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan dan tetap menggunakan masker.

    Dia meminta masyarakat salat Idul Fitri di rumah masing-masing atau di masjid terdekat dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas, dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Anies Baswedan juga melarang open house dan halalbihalal atau silaturahmi secara tatap muka. Ziarah kubur juga ditiadakan pada 12-16 Mei 2021.

    Selama libur Lebaran, pusat perbelanjaan dan restoran hanya boleh beroperasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun di zona merah dan oranye, pusat perbelanjaan dilarang beroperasi.

    Tempat wisata dan taman rekreasi diizinkan beroperasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas maksimal 30 persen. Kecuali tempat wisata di zona merah dan oranye harus menghentikan aktivitasnya.

    Baca juga: Anies Baswedan Pilih Salat Idul Fitri di Rumah Pribadinya di Lebak Bulus 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.