Jadi Khatib Salat Id, Bima Arya: Pemimpin Dihadapkan pada Situasi yang Tak Mudah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjadi khatib Salat Idul Fitri 1422 Hijriah di lingkungan keluarganya pada Kamis, 13 Mei 2021.

    Bima Arya menggelar Salat Idul Fitri di halaman rumah pribadinya di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

    Dalam khutbahnya, Bima menyampaikan pesan untuk masyarakat selalu bersabar, memelihara harapan, tetap optimistis, dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.

    Ia mengemukakan pandemi Covid-19 saat ini sebagai situasi yang sulit. Pemimpin dihadapkan pada situasi yang tidak mudah dan serba salah dalam membuat keputusan.

    "Pemimpin membuat keputusan dengan baik untuk kemaslahatan warga, tapi sering kali dipahami berbeda oleh warga," kata dia.

    Ia pun mengungkapkan empatinya kepada warga Bogor yang tengah menghadapi situasi sulit karena pandemi Covid-19 saat ini. "Warga ada yang terdampak secara kesehatan yakni terpapar Covid-19 dan bahkan ada yang meninggal dunia," katanya.

    Namun, Bima Arya mengingatkan, sebagai muslim yang beriman tidak boleh putus asa. "Kita terus memelihara harapan. Kita harus banyak berdoa dan berikhtiar," ujar dia.

    Menurut dia, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk selalu optimistis, bersabar, dan terus memelihara harapan.

    "Kita juga harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT," katanya.

    Bima Arya mengatakan, umat Islam harus meyakini bahwa dengan keimanan dan kebersamaan, ujian pandemi ini bisa dilalui dengan tetap optimistis.

    Baca juga: Salat Idul Fitri Besok, Masjid di Kota Bogor Ini Terapkan Sistem Kupon


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.