Peluru Nyasar Terjang Kotak Susu di Ciledug, Polisi: Masih Penyelidikan

Ilustrasi Puluru. shutterstock.com

TEMPO.CO, Tangerang Kepolisian sektor Ciledug masih melakukan penyelidikan peluru nyasar ke rumah warga di Perumahan Pondok Surya Ciledug, Kota Tangerang.

Kapolsek Ciledug Komisaris Poltar Lumban Gaol STB menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menemukan dari mana peluru berasal.

"Dalam penyelidikan dan penanganan kami," kata Poltar Lumban saat dihubungi Tempo Kamis 13 Mei 2021.

Berdasarkan kronologi, peristiwa peluru nyasar itu terjadi pada 10 Mei 2021 pukul 00.05. Pemilik rumah disebutkan baru melaporkan ke kepolisian setempat pada keesokan harinya 11 Mei 2021.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Deonijiu De Fatima kepada wartawan, peluru nyasar itu proyektilnya berkaliber 9 mm.

Disebutkan pada saat peristiwa itu terjadi, pemilik rumah sedang berada di dapur, menyaksikan anaknya membuat kue.

Tiba-tiba terdengar suara letusan dari arah oven. Tetapi setelah dicek baik oven dan tabung gas tidak ada yang rusak.

Setelah melihat kotak susu bagian belakang berlubang, pemilik rumah lalu menuangkan susu ke dalam panci dan betapa kagetnya pemilik rumah melihat dari kotak susu itu keluar pula proyektil peluru nyasar.

Baca juga: Sengketa Lahan, Pagar Tembok Berduri di Ciledug Dibongkar 150 Personil

AYI CIPTA






Polisi Bekuk Komplotan Perampasan Motor dengan Modus Leasing di Tangerang

2 hari lalu

Polisi Bekuk Komplotan Perampasan Motor dengan Modus Leasing di Tangerang

Unit Reskrim Polsek Ciledug menangkap dua dari empat komplotan perampasan motor dengan modus leasing.


TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

2 hari lalu

TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

TNI AU masih usut kepemilikan dan asal-muasal granat asap dan peluru di rumah kontrakan.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

8 hari lalu

Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

Polisi menangkap para penjual obat-obat keras golongan G di Tangerang. Dijual dengan berkedok toko kosmetik.


Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

8 hari lalu

Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

Polisi Sektor Sepatan Polres Metro Tangerang menangkap tiga penjual obat keras seperti Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.


Polisi Tangkap 2 Pencuri Kabel BCC Penangkal Petir di Kota Tangerang

12 hari lalu

Polisi Tangkap 2 Pencuri Kabel BCC Penangkal Petir di Kota Tangerang

Kedua pencuri kabel penangkal petir di apartemen itu dikenakan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.


Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

13 hari lalu

Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

Tiga warga asal Kota Depok dan Tangerang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di Indonesia


Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

14 hari lalu

Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

Restoran Padi Padi Picnic sempat viral di media sosial karena menawarkan pemandangan hamparan sawah


Polisi Tangkap Jambret Spesialis Handphone di Tangerang, Incar Emak-Emak Bermotor Bawa Tas

15 hari lalu

Polisi Tangkap Jambret Spesialis Handphone di Tangerang, Incar Emak-Emak Bermotor Bawa Tas

Para korban mengalami luka pada kaki dan tangan karena terjatuh dari sepeda motor usai tasnya dirampas jambret itu.


Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Besi Pabrik di Tangerang, Pelaku Karyawan Sendiri

16 hari lalu

Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Besi Pabrik di Tangerang, Pelaku Karyawan Sendiri

Para tersangka pencuri besi itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.