Petasan dan Gelap-Gelapan di Malam Takbiran, 67 Orang Diciduk Polsek Pulogadung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyalakan kembang api saat malam Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Patung Ondel-Ondel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Mei 2020. Kerumunan massa di kawasan Kemayoran bahkan menimbulkan kemacetan saat Malam Takbiran. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Warga menyalakan kembang api saat malam Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Patung Ondel-Ondel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Mei 2020. Kerumunan massa di kawasan Kemayoran bahkan menimbulkan kemacetan saat Malam Takbiran. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 67 orang digelandang ke Kantor Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, saat malam takbiran. Mereka dianggap mengganggu ketertiban umum karena minum miras, bermain petasan dan diduga hendak berbuat mesum.

    "Adek-adek ini kebanyakan sedang minum minuman keras, ada juga yang membakar petasan dengan diameter besar, kemudian yang sedang berada di tempat-tempat gelap," kata Kapolsek Pulogadung Komisaris Beddy Suwendi di akun Youtube pribadinya, Kamis,13 Mei 2021.

    Beddy mengatakan beberapa orang yang ditangkap itu diduga akan melakukan tawuran di malam takbiran.

    Para pemuda dan pemudi itu diangkut polisi dari beberapa titik di Pulogadung seperti Universitas Jayabaya di Pulomas, Rawamangun dan Cipinang.

    "Total ada 67 warga, di mana enam di antaranya wanita dan 61 laki-laki," kata Beddy.

    Beddy mengatakan orang-orang yang diciduk pada berbagai tempat pada malam takbiran itu akan dites cepat Covid-19 terlebih dahulu. Setelahnya, polisi akan melakukan pendataan. "Kemudian kita panggil orang tuanya."

    Baca juga: Inspeksi Malam Takbiran, Anies Baswedan: Alhamdulillah Terkendali


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.