Disebut Kurang Profesional, KAI Commuter Tambah Jumlah Perjalanan KRL Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang berjalan menuju rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. KAI Commuter membatasi layanan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek mulai tanggal 6-17 Mei 2021. ANTARA/Aprillio Akbar/

    Calon penumpang berjalan menuju rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. KAI Commuter membatasi layanan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek mulai tanggal 6-17 Mei 2021. ANTARA/Aprillio Akbar/

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI Commuter kembali mengoperasikan 14 jadwal perjalanan KRL pada H+3 Lebaran 2021. Hal itu untuk mencegah kepadatan yang disebut bakal mencapai puncaknya pada hari Sabtu dan Minggu ini. 

    "Secara keseluruhan KAI Commuter mengoperasikan 900 perjalanan KRL per hari dengan jam operasional pukul 04.00 – 20.00 pada masa larangan mudik lebaran ini," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 April 2021.

    Juru bicara KAI Commuter itu menjelaskan, penambahan perjalanan tersebut akan beroperasi sebagai feeder Manggarai – Duri PP yang menghubungkan tiga stasiun transit dengan volume pengguna cukup besar, yaitu Stasiun Manggarai, Tanah Abang, dan Duri.

    Selain itu, Anne mengatakan KAI Commuter juga akan menyiapkan tambahan perjalanan KRL ke rute-rute lainnya, bila ada potensi kepadatan pengguna.

    Secara keseluruhan, Anne mengatakan pada hari kedua lebaran kemarin jumlah pengguna KRL Jabodetabek hingga pukul 19.00 WIB mencapai 239.129 orang. Jumlah tersebut meningkat 26 persen dibanding hari pertama Idul Fitri yang jumlah pengguna pada kurun waktu yang sama hanya 188.434 orang.

    Meskipun ada kenaikan, Anne memastikan jumlah penumpang masih di bawah rata-rata pengguna KRL pada hari kerja yang mencapai sekitar 400 ribu pengguna di masa pandemi ini. "Kebanyakan dari mereka adalah pengguna musiman yang tidak rutin menggunakan KRL," ujar Anne.

    Lebih lanjut, Anne jelaskan untuk mengatur kepadatan pengguna, petugas pelayanan maupun pengamanan di stasiun dan di dalam KRL akan lebih aktif dan tegas menjaga kuota pengguna yang dapat naik ke dalam KRL. Petugas akan mengatur posisi duduk maupun berdiri para pengguna agar sesuai marka yang ada.

    "Para petugas juga akan segera menutup pintu-pintu KRL bila kondisi di dalam kereta telah terisi penuh sesuai kuota, meskipun masih menunggu waktu keberangkatan," kata Anne.

    Anne mengimbau agar masyarakat memperhatikan informasi dari petugas di stasiun dan di dalam kereta mengenai buka tutup pintu KRL. Bila pintu telah tertutup mohon dapat menunggu jadwal kereta selanjutnya.

    Penambahan perjalanan KRL pada masa libur Lebaran ini dilakukan PT KAI Commuter setelah mendapat kritik dari Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi. 

    Kemarin, Budi Karya meninjau dua titik yang diduga terjadi kepadatan, yaitu Pelabuhan Kali Adem dan Stasiun Manggarai. Di Manggarai, ia mengatakan tercatat ada 200.000 pergerakan masyarakat dalam tiga hingga empat hari terakhir.

    Ia memperkirakan puncak kepadatan akan terjadi pada Sabtu dan Ahad besok dengan perkiraan pergerakan mencapai 300 ribu hingga 400 ribu orang.

    Budi Karya melihat pengelolaan penumpang di Stasiun Manggarai oleh PT KCI kurang profesional. Para penumpang mengeluh kepada Budi karena berdesak-desakan dan tidak ada yang menjaga.

    "Karena itu, saya perintahkan kepada PT KCI untuk lebih profesional untuk mengawal prokes pergerakan aglomerasi. Ini pelajaran mahal, bagaimana begitu banyak orang tapi tidak dikontrol, bagaimana orang masuk kereta lebih dari 70 orang dan tidak diberikan kontrol yang baik," ujar Budi ihwal operasional KRL pada libur Lebaran.

    Baca juga: Libur Lebaran, PT KAI Tambah 6 Perjalanan KRL Antisipasi Lonjakan Penumpang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.