Dikritik Menhub Tak Profesional, KAI Commuter Lakukan Tes Swab Antigen Acak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang naik ke dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. KAI Commuterline membatasi jam layanan operasional dan menutup sementara sejumlah stasiun di wilayah Lebak, Banten. ANTARA/Aprillio Akbar

    Penumpang naik ke dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. KAI Commuterline membatasi jam layanan operasional dan menutup sementara sejumlah stasiun di wilayah Lebak, Banten. ANTARA/Aprillio Akbar

    Jakarta - Pasca dikritik Menhub Budi Karya Sumadi PT KAI Commuter mulai hari ini akan melakukan tes antigen Covid-19 secara acak di empat stasiun yang memiliki jumlah pengunjung terbanyak, yakni di Stasiun Manggarai, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

    Tes swab antigen ini akan dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik stasiun.

    "Bagi para pengguna yang hasilnya negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan KRL. Sementara para pengguna yang hasilnya positif akan tidak diizinkan naik KRL dan datanya dilaporkan ke Satgas Covid-19 setempat," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 April 2021.  

    Anne menjelaskan tes swab antigen acak itu akan berlangsung hingga Ahad besok. Selain rapid tes antigen, mulai hari ini KAI Commuter juga telah menambah 14 jadwal perjalanan KRL sehingga setiap harinya pada masa libur lebaran ini KAI Commuter mengoperasikan 900 perjalanan kereta

    "Hingga Sabtu pukul 11.00 WIB, jumlah pengguna yang memanfaatkan jasa KRL Jabodetabek tercatat 112.771 pengguna atau meningkat 17 persen dibanding kemarin," kata Anne. 

    Anne merincikan sejumlah stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah Bogor dengan 8.051 pengguna, Citayam 7.400 pengguna, dan Bojonggede 6.832 pengguna. Sementara volume pengguna KRL secara keseluruhan pada hari kedua lebaran kemarin mencapai 287.471 pengguna atau meningkat 26,7 persen dibanding hari pertama Idul Fitri. 

    Penambahan perjalanan KRL serta rapid test acak pada masa libur Lebaran ini dilakukan PT KAI Commuter setelah mendapat kritik dari Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi. 

    Kemarin, Budi Karya meninjau dua titik yang diduga terjadi kepadatan, yaitu Pelabuhan Kali Adem dan Stasiun Manggarai. Di Manggarai, ia mengatakan tercatat ada 200.000 pergerakan masyarakat dalam tiga hingga empat hari terakhir. 

    Ia memperkirakan puncak kepadatan akan terjadi pada Sabtu dan Ahad besok dengan perkiraan pergerakan mencapai 300 ribu hingga 400 ribu orang.

    Budi Karya melihat pengelolaan penumpang di Stasiun Manggarai oleh PT KCI kurang profesional. Para penumpang mengeluh kepada Budi karena berdesak-desakan dan tidak ada yang menjaga.

    "Karena itu, saya perintahkan kepada PT KCI untuk lebih profesional untuk mengawal prokes pergerakan aglomerasi. Ini pelajaran mahal, bagaimana begitu banyak orang tapi tidak dikontrol, bagaimana orang masuk kereta lebih dari 70 orang dan tidak diberikan kontrol yang baik," ujar Menhub Budi ihwal operasional KRL pada libur Lebaran.

    Baca juga : Penumpang Menumpuk Tanpa Proles, Menhub: Saya Menilai PT KCI Tidak Profesional 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi