Spanduk Tolak Pemudik Kembali Tanpa Swab, Marak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda motor antre untuk pemeriksaan antigen di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 17 Mei 2021. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan  mulai 18 hingga 24 Mei akan memasuki fase pengetatan pascapeniadaan mudik dengan menggelar 109 titik swab antigen secara acak dari Sumatera hingga Jawa. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Pesepeda motor antre untuk pemeriksaan antigen di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 17 Mei 2021. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan mulai 18 hingga 24 Mei akan memasuki fase pengetatan pascapeniadaan mudik dengan menggelar 109 titik swab antigen secara acak dari Sumatera hingga Jawa. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Jakarta - Spanduk-spanduk berisi penolakan warga terhadap pemudik tanpa mengantongi surat bebas Covid-19 terpasang di sejumlah lokasi di Jakarta. Dua di antaranya terpasang di wilayah RT 03 RW 01, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Spanduk itu bertuliskan "Warga Kartini 003/01 Tolak Pemudik Tanpa Swab/Bebas Covid" dan "Kembali Dari Mudik, Wajib Test Swab", yang ditulis menggunakan cat piloks di kain putih itu terpasang di pagar-pagar.

     

    Di Jakarta Barat, spanduk penolakan juga dipasang warga Kompleks DPA RT 02/02 Kelurahan Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat. "Kami Warga Kemanggisan mau bebas Corona agar pemudik swab antigen," begitu tulisan dalam spanduk yang terpasang di depan gerbang kompleks.

     

    Penduduk Kompleks DPA, Dewi mengatakan pemasangan spanduk ini dilakukan berdasarkan inisiatif warga sebagai bentuk dukungan warga terhadap program pemerintah. Sebelum dipasang, perwakilan warga juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan perangkat desa setempat. "Poinnya sebetulnya di anjuran tes swab, bukan di penolakannya," ujar ibu berusia 40 tahun ini.

     

    Menurut dia, ada sejumlah warga kompleksnya yang diketahui mudik meski sudah ada larangan mudik dari pemerintah. "Jadi demi kebaikan semuanya, kami minta memastikan dirinya aman dan sehat ketika kembali," ujarnya.

     

    Kepala Polsek Palmerah Komisaris Agus Widartono mengapresiasi upaya warga yang turut berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Kami mendukung keinginan warga supaya kawasannya bebas Covid-19," kata Agus. Ia berharap pemudik mengikuti imbauan tes swab saat kembali ke Jakarta.

     

    Sebelumnya, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Meski begitu, Kementerian Perhubungan mencatat ada 1,5 juta pemudik keluar dari Jabodetabek pada Lebaran tahun ini.

    Baca: Nekat Mudik, Rumah Warga di Jakarta Timur Ditempeli Stiker dalam Pengawasan

     

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.