Ragunan Dibuka Lagi, 9.814 Pengunjung Tercatat hingga Sore Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat gajah di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung melihat gajah di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    JAKARTA- Taman Margasatwa Ragunan telah dibuka kembali hari ini, Selasa, 18 Mei 2021. Staf Pelayanan Informasi dan Kehumasan Ragunan Bambang Wahyudi mengatakan hingga sore ini masyarakat sudah berdatangan ke kawasan wisata itu. "Pukul 15.00 WIB data 9.814 pengunjung," kata Bambang lewat pesan teks.

    Taman Margasatwa Ragunan menerapkan batas maksimal pengunjung dalam satu waktu sebanyak 30 ribu orang. Jumlah itu merupakan 30 persen dari kapasitas maksimal di masa normal.

    Meski sudah dibuka kembali, pengelola Ragunan tetap membatasi pengunjung yang boleh masuk. Pengunjung juga diharuskan membeli tiket secara daring. "Hanya (pengunjung dengan) KTP DKI saja," kata Bambang.

    Taman Margasatwa Ragunan sempat buka pada 14-15 Mei 2021. Lantaran pengunjung yang datang membludak, Pemerintah DKI mengambil keputusan untuk menutup kawasan wisata itu pada 16-17 Mei 2021.

    Selain Ragunan, Pemerintah DKI juga menutup Taman Impian Jaya Ancol serta Taman Mini Indonesia Indah. Penutupan dilakukan setelah Pemerintah DKI mengevaluasi jumlah pengunjung tempat wisata pada Jumat pekan lalu.

    "16 sampai 17 Mei 2021 ditutup sementara untuk penguatan protokol kesehatan," ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya dalam keterangannya, Sabtu, 15 Mei 2021.

    Dalam suratnya, Gumilar mengatakan ketiga tempat wisata itu baru boleh akan dibuka pada 18 Mei 2021. Tembusan surat pemberitahuan itu pun juga disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Sebelumnya, pengunjung di ketiga tempat wisata itu, termasuk Ragunan, membludak pada libur Lebaran 2021 di hari Kamis dan Jumat lalu. Hal itu kemudian mendapat banyak kritik dari masyarakat.

    Baca: Antisipasi Lonjakan Covid-19, PSI Ingatkan Pemprov DKI Tak Kecolongan Lagi

    ADAM PRIREZA | M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.