Pemprov DKI Hari Ini Temukan 291 Kasus Covid-19 Baru, Kasus Aktifnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Jakarta - Pemprov DKI hari ini menemukan kasus Covid-19 di Jakarta sebanyak 291 orang.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan penambahan kasus baru merupakan hasil dari 4.131 orang yang dites hari ini.

    "Sebanyak 4.131 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 291 positif dan 3.840 negatif," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Selasa 18 Mei 2021. Dengan penambahan kasus aktif baru hari ini, kini terdapat 7.433 pasien aktif di DKI Jakarta.

    Sementara itu, angka kumulatif Covid-19 di Jakarta mencapai 419.920 kasus, dan 405.357 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan korban meninggal dunia kini tercatat 7.130 orang. Artinya bertambah 28 orang.

    Dinkes DKI Jakarta juga melaporkan, per 18 Mei 2021, vaksinasi Covid-19 di Jakarta telah mencapai 73,5 persen untuk dosis pertama dan 50,3 persen untuk dosis kedua. Adapun target penerima vaksin adalah 3.000.689 orang.

    Rinciannya, untuk sasaran tenaga kesehatan, vaksinasi dosis pertama telah dilakukan kepada 129.401 orang dan vaksinasi dosis kedua diberikan 114.352 orang. Pada kelompok lansia vaksinasi dosis pertama telah diberikan kepada 585.577 orang dan vaksinasi dosis kedua diberikan pada 507.155 orang.

    Terakhir, untuk kelompok pelayan publik, vaksinasi Covid-19 dosis pertama Pemprov DKI telah menyuntikkan kepada 1.490.559 orang dan vaksinasi dosis kedua diberikan 888.577 orang.

    Baca juga : DKI Catat 2,6 Juta Orang Tinggalkan Ibu Kota di Periode Larangan Mudik

    INGEL KLARA

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.