Viral Anggota Dishub Bekasi Dikeroyok Ormas, Dinas: Lagi Bikin LP

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan.

    Ilustrasi Pengeroyokan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video viral memperlihatkan pengeroyokan sekelompok anggota organisasi masyarakat terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi. Dalam video itu disebutkan pengeroyokan terjadi di depan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. 

    Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Bekasi Ikhwanudin membenarkan ihwal pengeroyokan itu. Ia mengatakan insiden itu terjadi pada Senin kemarin. 

    "Kejadiannya sore, menjelang magrib," ujar Ikhwanudin saat dikonfirmasi, Rabu, 19 Mei 2021. 

    Ia menjelaskan anggota Dishub yang dikeroyok tersebut berinisial MR. Korban diserang oleh anggota ormas yang berjumlah delapan orang saat sedang menutup jalan putar balik.

    "Sementara korban ga ada luka, hanya ada bekas dipukul helm aja," ujar Ikhwanudin. 

    Mengenai kronologi kejadian, Ikhwanudin belum mau membeberkannya lebih lanjut. Dishub Kota Bekasi sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bekasi Kota. 

    "Lagi bikin LP (laporan polisi), makanya saya belum bisa kasih keterangan dulu, tunggu itu dulu," kata Ikhwanudin. 

    Dalam video yang viral, MR dikeroyok sejumlah orang tegap. Ia berkali-kali dipukul menggunakan helm oleh para pemuda tersebut. 

    Menurut keterangan di dalam video, pengeroyokan terjadi saat seorang petugas Dishub Bekasi tengah mengatur lalu lintas dan menutup jalan putar balik dari arah Pemkot Bekasi menuju Stadion Chandrabaga. Penutupan jalan itu diprotes oleh sejumlah orang dan berujung penyerangan. 

    Baca juga: Larangan Mudik Berakhir, Dishub DKI: Transportasi Normal, Tes Covid-19 Berlanjut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.