1,5 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek, Polda: Baru 20 Ribu Pemudik yang Kembali

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel usap pengendara untuk rapid test antigen di pos penyekatan Cilangkap, Depok, Jawa Barat, Rabu, 19 Mei 2021. Sebagai upaya upaya untuk mencegah potensi klaster baru Covid-19 dari arus balik pemudik, penyekatan tetap dilakukan hingga 24 Mei 2021 dengan total ada 14 titik lokasi pos penyekatan di Jabodetabek. Dalam penyekatan tersebut petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat dengan menyediakan rapid tes Antigen bagi pengendara yang belum memiliki surat bebas COVID-19 guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kesehatan mengambil sampel usap pengendara untuk rapid test antigen di pos penyekatan Cilangkap, Depok, Jawa Barat, Rabu, 19 Mei 2021. Sebagai upaya upaya untuk mencegah potensi klaster baru Covid-19 dari arus balik pemudik, penyekatan tetap dilakukan hingga 24 Mei 2021 dengan total ada 14 titik lokasi pos penyekatan di Jabodetabek. Dalam penyekatan tersebut petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat dengan menyediakan rapid tes Antigen bagi pengendara yang belum memiliki surat bebas COVID-19 guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya mencatat baru sekitar 22 ribu dari total 1,5 juta pemudik yang kembali ke Jabodetabek usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

    "Masih banyak yang belum kembali kalau mengacu pada data awal yang mudik keluar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu, 19 Mei 2021.

    Polda Metro Jaya memutuskan memperpanjang Operasi Ketupat Jaya hingga 24 Mei 2021 dalam rangka pengawasan arus balik Lebaran. Jumlah pos pemantauan pun ditambah di 14 titik di sejumlah lokasi yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Bagi pemudik yang kembali, Polda Metro Jaya langsung melakukan tes swab antigen sebagai syarat untuk masuk wilayah Jabodetabek. Bagi yang tak membawa hasil tes usap, diimbau untuk segera melakukan tes usap di sejumlah fasilitas kesehatan yang disediakan. 

    "Sekalian saya sosialisasi, tolong pulang ke Jakarta, pulang ke rumah kita ini, bawalah surat swab antigen yang sudah bebas Covid-19. Ini upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,"  katanya. 

    Yusri menambahkan, hingga saat ini Polda Metro Jaya sudah melakukan tes swab antigen terhadap 22.762 orang pemudik. Hasilnya ada 148 orang positif, dengan rincian 74 orang isolasi mandiri di rumah dengan stiker dan pemberitahuan kepada RT dan warga sekitarnya, 57 orang dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, dan 17 orang dirujuk ke tempat lainnya.

    Yusri memprediksi puncak arus balik mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah terjadi pada akhir pekan ini. "Pada 21-23 Mei ya," ujarnya.

    Baca juga: Anies Baswedan Sebut 148 Pemudik yang Balik Jakarta Reaktif Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.