Viral Anggota Dishub Bekasi Dipukul Pakai Helm, Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan.

    Ilustrasi Pengeroyokan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pengeroyokan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang viral di media sosial langsung ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Bekasi Kota. Korban berinisial MR dikeroyok pada Senin sore saat sedang mengatur lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, depan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. 

    "Saat ini sudah tiga orang ditahan," kata Kapolres Bekasi Kota Komisaris Besar Aloysius Supryadi saat dikonfirmasi, Rabu, 19 Mei 2021. 

    Ketiga pelaku sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Selain itu, polisi juga masih mencari pelaku pengeroyokan lainnya. 

    Pengeroyokan terhadap anggotanya itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Bekasi Ikhwanudin. Ia mengatakan insiden itu terjadi pada Senin kemarin. 

    "Kejadiannya sore lah, menjelang magrib," ujar Ikhwanudin. 

    Menurut Ikhwanudin, anggota Dishub MR dikeroyok oleh anggota ormas yang berjumlah delapan orang. "Korban nggak ada luka, hanya ada bekas dipukul helm aja," ujarnya. 

    Dishub Kota Bekasi langsung melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polres Bekasi Kota kemarin. Sejumlah saksi mata pun sudah diperiksa oleh polisi. 

    Dalam video yang viral, MR dikeroyok sejumlah pria berbadan tegap yang berulang kali memukulnya dengan helm. 

    Menurut keterangan di dalam video, pengeroyokan terjadi saat MR tengah mengatur lalu lintas dan menutup jalan putar balik dari arah kantor Pemkot Bekasi menuju Stadion Chandrabaga. Namun hal itu diprotes oleh sejumlah orang dan berujung pengeroyokan. 

    Baca juga: Viral Anggota Dishub Bekasi Dikeroyok Ormas, Dinas: Lagi Bikin LP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.