Pasca Larangan Mudik, Dishub DKI: Penumpang Bus AKAP Berjubel

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Terminal Kampung Rambutan mulai beroperasi lagi pada hari ini Selasa, 18 Mei 2021 setelah sebelumnya ditutup dikarenakan adanya larangan mudik lebaran dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Para Pemudik yang baru tiba dan penumpang yang akan berangkat dilakukan tes swab antigen maupun GeNose yang telah disediakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Terminal Kampung Rambutan mulai beroperasi lagi pada hari ini Selasa, 18 Mei 2021 setelah sebelumnya ditutup dikarenakan adanya larangan mudik lebaran dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Para Pemudik yang baru tiba dan penumpang yang akan berangkat dilakukan tes swab antigen maupun GeNose yang telah disediakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pasca larangan mudik terjadi lonjakan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di empat Terminal Tipe A Ibu Kota.

    Kenaikan ini tercatat pasca masa larangan mudik Lebaran 2021.

    "Terjadi kenaikan jumlah penumpang secara siginifikan pada 18 Mei 2021 pada empat Terminal Tipe A di Jakarta," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Mei 2021.

    Menurut Syafrin, terdapat 1.918 penumpang bus AKAP berangkat, 3.901 penumpang datang, dan 140 penumpang ditolak.

    Masyarakat yang masuk Jakarta melonjak 13,08 persen dibandingkan data pada 6 Mei 2021 sebanyak 25 penumpang.

    Warga keluar Jakarta juga naik 2,59 persen ketimbang 6 Mei 2021 yang hanya memberangkatkan 49 penumpang.

    Dishub DKI juga menghimpun, penumpang harian angkutan umum perkotaan atau angkot justru menurun. Syafrin berujar, rata-rata penumpang harian angkot pada masa larangan mudik mencapai 729.335 penumpang per hari.

    "Mengalami penurunan sebesar 17,74 persen dibandingkan sebelum larangan mudik, yaitu 886.644 penumpang per hari," dia menjelaskan.

    Baca juga : Larangan Mudik Usai, Pengawasan Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Berlanjut

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.