Ternyata 75 Persen Warga di DKI Jadi Pemudik Tiba Belum Setor Hasil Tes Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Terminal Kampung Rambutan mulai beroperasi lagi pada hari ini Selasa, 18 Mei 2021 setelah sebelumnya ditutup dikarenakan adanya larangan mudik lebaran dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Para Pemudik yang baru tiba dan penumpang yang akan berangkat dilakukan tes swab antigen maupun GeNose yang telah disediakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Terminal Kampung Rambutan mulai beroperasi lagi pada hari ini Selasa, 18 Mei 2021 setelah sebelumnya ditutup dikarenakan adanya larangan mudik lebaran dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Para Pemudik yang baru tiba dan penumpang yang akan berangkat dilakukan tes swab antigen maupun GeNose yang telah disediakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaludin mengemukakan, sebanyak 75 persen warga yang diduga pemudik dan kembali ke Jakarta belum setor hasil tes Covid-19 seperti yang dipersyaratkan pemerintah.

    Sebanyak 75 persen tersebut, menurut Budi, adalah hasil perhitungan belasan ribu jumlah pemudik yang tiba di Jakarta sebanyak 14.860 orang hingga hari ini, Kamis 20 Mei 2021.

    "Hingga hari ini, data warga yang pulang mudik di aplikasi Data Warga sebanyak 14.860 orang tapi sekitar 75 persen tak sertakan hasil tes Covid-19," ujar Budi saat dihubungi di Jakarta, Kamis sore, 20 Mei 2021.

    Budi mengatakan, jumlah 75 persen tersebut atau sebanyak 11.271 orang itu belum menyertakan bukti hasil tes COVID-19 berupa tes antigen maupun tes PC. Dia tidak mengetahui alasannya.

    "Ternyata banyak juga yang tidak membawa hasil tes COVID-19. Kalau data yang saya lihat, kurang lebih 20 persen atau sekitar 3.500-an saja yang membawa hasil tes swab antigen atau PCR. Kami tidak mengerti mengapa mereka tidak banyak membawa hasil tes Covid-19 ketika melakukan pendataan," tutur dia.

    Dari jumlah pemudik yang telah tiba di Jakarta, sebanyak 10.164 orang merupakan warga ber-KTP DKI Jakarta dan 4.698 orang merupakan warga ber-KTP non DKI Jakarta.

    Warga yang tidak menyertakan bukti hasil tes COVID-19 diwajibkan untuk melakukan tes Covid-19 baik secara mandiri maupun melalui Puskesmas di masing-masing wilayah.

    Hal ini dinilai Pemprov DKI penting untuk memastikan warga yang tiba di Jakarta dalam kondisi tidak terpapar COVID-19. Jika hasil tes antigennya reaktif, maka akan dilanjutkan tes PCR.

    Jika hasil tes PCR positif COVID-19, maka yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri di Wisma Atlet atau tempat-tempat isolasi terkendali yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

    Untuk yang kondisinya berat, maka dirujuk ke Rumah Sakit rujukan Covid-19. Jika hasilnya negatif, kondisi kesehatan para pemudik tetap dipantau dalam waktu dua pekan ke depan.

    Baca juga : Larangan Mudik Berakhir, Dishub DKI: Transportasi Normal, Tes Covid-19 Berlanjut

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.