Banjir Rendam 6 RT di Jakarta Selatan, BPBD DKI: Cilandak Timur Terparah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas saat banjir di Kawasan Rawa Buaya, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Hujan deras yang turun semalaman mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah lokasi di Jakarta. Banjir di kawasan tersebut mencapai ketinggian 30-40cm. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga beraktivitas saat banjir di Kawasan Rawa Buaya, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021. Hujan deras yang turun semalaman mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah lokasi di Jakarta. Banjir di kawasan tersebut mencapai ketinggian 30-40cm. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta mencatat banjir merendam enam rukun tetangga (RT) Ibu Kota usai hujan lebat sore ini.

    Data tersebut dihimpun hingga pukul 18.00 WIB.

    "Informasi genangan ada 6 RT atau 0,02 persen dari 30.470 RT yang ada di DKI Jakarta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M. Insyaf dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Mei 2021.

    Banjir hanya terjadi di kawasan Jakarta Selatan. Insyaf menyampaikan, satu RT di Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan tergenang air setinggi 40 sentimeter.

    ADVERTISEMENT

    Selanjutnya, dua RT Kelurahan Bangka dengan ketinggian air 40-100 sentimeter. Terakhir adalah banjir di tiga RT Kelurahan Cilandak Timur yang tinggi airnya mencapai 50-100 sentimeter.

    Menurut dia, petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Pemadam Kebakaran, dan PPSU Kelurahan setempat tengah mengatasi banjir diduga akibat hujan lebat tersebut.

    "Ditargetkan akan surut dalam waktu cepat," ucap dia ihwal banjir tersebut.

    Baca juga : Peringatan Dini Cuaca BMKG: Jakarta Berpotensi Hujan Lebat hingga Dinihari
    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.