Empat Fakta Perampokan Rumah di Jelambar: Modus Hingga Kerugian

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Jakarta - Kawanan perampok menyatroni sebuah rumah mewah di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perampokan itu cukup menggegerkan, karena membuat korban rugi hingga Rp 500 juta.

    Berikut empat fakta dari perampokan rumah mewah itu:

    1. Terjadi saat rumah kosong

    Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Joko Dwi mengatakan perampokan terjadi saat rumah sedang kosong. Kawanan perampok yang belum diketahui jumlahnya menggasak barang dengan leluasa saat pemilik tak ada di tempat.

    Para perampok, kata Joko, masuk dengan membobol pintu masuk menggunakan linggis. Perampokan itu baru diketahui pemilik pada hari Jumat siang, 21 Mei 2021.

    2. Rugi hingga Rp 500 juta 

    Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda Rizky Ali Akbar mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik rumah kerugian yang dialami mencapai Rp 500 juta.

    "Ada emas batangan, sertifikat, dan uang tunai yang semua ada di brangkas, diambil pelaku," ujar Rizky.

    3. Perampokan terekam CCTV

    Perampokan rumah itu terekam CCTV. Dalam rekaman terlihat komplotan perampok ini terdiri dari empat orang. Dalam video, pelaku tampak masuk ke dalam rumah dengan membawa linggis.
     

    4. Masih dalam penyelidkan 

    Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Joko Dwi mengatakan pihaknya sudah memeriksa lokasi perampokan. Sejumlah saksi juga telah diperiksa. Meski begitu, Joko mengatakan pihaknya masih mengejar 
    komplotan ini. Belum diketahui apakah identitas para perampok sudah dikantongi polisi atau belum.

    Baca: Perampokan Rumah Mewah di Jelambar, Barang-barang Ini yang Dikuras


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.