Kaji Nama Batavia untuk Kota Tua, Anies Baswedan: Branding Unik di Dunia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di Kawasan Kota Tua pada H-4 Hari Raya Idul Fitri, Jakarta, Ahad, 9 Mei 2021. Selama liburan Lebaran, warga Jakarta dikhawatirkan akan menyerbu sejumlah lokasi wisata dalam kota akibat larangan mudik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga beraktivitas di Kawasan Kota Tua pada H-4 Hari Raya Idul Fitri, Jakarta, Ahad, 9 Mei 2021. Selama liburan Lebaran, warga Jakarta dikhawatirkan akan menyerbu sejumlah lokasi wisata dalam kota akibat larangan mudik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah mengkaji usulan penggunaan nama Batavia untuk menyebut kawasan Kota Tua. Saat ini, kawasan tersebut tengah direvitalisasi oleh Pemprov DKI.

    Menurut Anies, alasan penggantian nama itu karena kota tua sering kali digunakan di seluruh dunia sehingga tidak memunculkan keunikannya.

    "Tapi kalau Batavia cuma satu, sehingga kalau seluruh dunia dengar Batavia ya di sini tempatnya ini. Saya minta untuk dikaji," kata Anies dalam acara Pencanangan Hari Ulang Tahun atau HUT Jakarta ke-494 di Balai Kota Jakarta, Senin, 24 Mei 2021.

    Kota Tua, kata Anies, harus menjadi titik yang unik karena titik ini yang memiliki sejarah, malahan ada juga harapan agar nama-nama tempat di Jakarta dikembalikan lagi seperti dahulu.

    ADVERTISEMENT

    "Sehingga orang tahu nama aslinya di tempat itu. Jadi nanti kita kaji. Mudah-mudahan ketika kajian keluar nanti kita punya branding unik di seluruh dunia," ucap Anies.

    Kawasan Kota Tua selama ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta. Berbagai cara pun dilakukan agar kawasan ini semakin menarik perhatian wisatawan. Salah satunya adalah melakukan revitalisasi kawasan itu.

    Anies mengatakan dalam revitalisasi yang dilakukan saat ini, pemerintah menggandeng BUMN dan swasta.

    "Sekarang direncanakan jadi satu kawasan kolaborasi dengan membuat patungan. Ini nantinya memungkinkan seluruh sumber daya bekerja dengan arah yang sama, rencana induknya sama, eksekusinya sama dan akhirnya pegiat budaya bisa berkegiatan di situ juga. Kami ingin ruang ketiga ini, jadi ruang penuh cerita sejarah dan juga tempat munculnya kreativitas kontemporer," ucap dia.

    Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyaksikan penandatanganan dokumen perjanjian pendahuluan atau Head of Agreement antara PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB); PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC);dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

    Baca juga: Rencana Anies Baswedan Namai Kota Tua dengan Batavia, Jakarta Punya Belasan Nama


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.