Keberangkatan Mudik di Terminal Pulo Gebang dan Kalideres Masih Tinggi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Puncak arus balik lebaran hingga hari ini belum terjadi, justru keberangkatan mudik di sejumlah terminal di DKI Jakarta ke sejumlah daerah masih tinggi. Pemudik yang kembali ke Ibu Kota masih rendah.

    Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Terpadu Pulo Gebang Afif Muhroji mengatakan penumpang yang datang belum terlihat meningkat sejak periode larangan mudik berakhir pada 17 Mei lalu.

    "Penumpang yang datang justru cenderung menurun," kata Afif di Terminal Pulo Gebang, Jumat 28 Mei 2021.

    Menurut dia, banyak pemudik belum memutuskan kembali ke Ibu Kota lantaran pemerintah memperpanjang masa penyekatan selama sepekan dari awalnya 18-24 Mei menjadi hingga 31 Mei mendatang. "Jadi yang mau balik ke Jakarta memundurkan waktunya."

    Afif pun mencatat jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi yang tiba di Terminal Pulogebang sejak 18 Mei hingga kemarin tidak pernah lebih dari 300 orang.

    Padahal pada masa pengetatan mudik gelombang pertama pada 22 April sampai 5 Mei lalu, penumpang bus AKAP tujuan luar kota dari Terminal Pulogebang paling sedikit 800 orang per hari.

    “Bahkan puncaknya mencapai lebih dari 2.500 orang meninggalkan Jakarta dua hari sebelum periode larangan mudik,” ujarnya.

    Penambahan masa pengetatan ini diperkirakan berpengaruh terhadap periode arus balik Lebaran yang bakal semakin panjang. Apalagi, jumlah penumpang Bus AKAP keluar kota semakin meningkat sejak periode larangan mudik selesai.

    “Sekarang yang naik malah penumpang keberangkatan luar kota. Dua hari terakhir lebih dari 700 orang per hari keluar kota dari Pulogebang,” ucapnya.

    Pada masa pengetatan ini, petugas terminal tetap menerapkan tes Covid-19 secara acak dengan menggunakan GeNose maupun tes antigen. Sejak 6 Mei hingga kemarin, tercatat 14 penumpang yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dites antigen.

    Penumpang yang reaktif tersebut dilarang melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melanjutkan tes polymerase chain reaction atau PCR. “Yang reaktif dirujuk langsung ke Wisma Atlet.”

    Di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, juga belum terlihat terjadi peningkatan arus balik Lebaran. Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain memperkirakan jumlah penumpang bus AKAP dari luar kota mulai meningkat pada akhir pekan ini.

    “Orang masih mikir-mikir mau pulang karena pengetatan diperpanjang sampai 31 Mei 2021,” ucapnya.

    Sejak periode larangan mudik selesai, kata dia, jumlah penumpang yang datang berkisar 200-500 orang per hari. Sedangkan yang berangkat keluar kota juga masih tinggi berkisar 300-400 orang per hari.

    Padahal selama masa pandemi ini, jumlah penumpang bus AKAP dari Terminal Kalideras hanya mencapai 100-150 orang per hari. “Orang yang berangkat mudik masih tinggi.”

    Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 , Terminal Kalideres mewajibkan seluruh penumpang bus AKAP untuk melakukan tes Covid-19. Penumpang yang mau berangkat keluar kota, kata dia, diwajibkan untuk melakukan tes Genose. Sedangkan, yang baru tiba dari luar kota diwajibkan tes antigen.

    Ia menjelaskan penumpang dari luar kota diwajibkan tes antigen karena pemerintah mewajibkan pemudik yang kembali harus mempunyai surat negatif tes Covid-19.

    Dengan melakukan tes swab antigen itu, pemudik yang tiba melalui Terminal Pulogebang tidak perlu khawatir terjaring ketua RT yang menanyakan hasil tes tersebut. “Pemudik bisa langsung memperlihatkan hasil tes antigen mereka ke ketua RT, dan tidak perlu tes lagi.”

    Sejak 6-26 Mei kemarin, tercatat sebanyak 12 penumpang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani tes antigen di Terminal Pulogebang. Mereka langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan PCR.

    Adapun jumlah penumpang yang menjalani tes antigen sebanyak 1.996 orang. Sedangkan yang reaktif saat dites Genose sebanyak 27 dari 1.391 orang yang diperiksa. “Tes antigen maupun GeNose kami berikan gratis bagi seluruh penumpang yang melalui Terminal Kalideres,” ucapnya.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pada periode mudik tahun ini diperkirakan tidak ada puncak arus baliknya. Sebabnya, pemerintah memperpanjang periode pengetatan untuk menghindari mobilitas yang tinggi pada satu waktu.

    “Kami perkirakan memang tidak ada arus puncak karena kepulangan para pemudik terbagi di beberapa hari ini," ujarnya.

    Polda Metro Jaya bekerja sama dengan pemerintah daerah berupaya mencegah pemudik membawa virus corona ke Ibu Kota dengan melakukan tes antigen secara acak kepada pengendara yang menuju Ibu Kota melalui 12 titik penyekatan.

    Sejak 16-26 Mei kemarin, Polda Metro telah melakukan tes antigen kepada 35.395 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 122 orang dinyatakan positif Covid-19. “Kami menyediakan 162.394 tes kid antigen selama periode arus balik ini untuk memeriksa pemudik yang kembali,” ujarnya.

    Baca juga: Klaster Mudik, Lima Warga Johar Baru Reaktif Covid-19



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.